Ganjar Pranowo Blak-blakan Cerita Pernah Nonton Video Porno

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (10/5). ANTARA FOTO - Reno Esnir
04 Desember 2019 10:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG- Pengakuan mengejutkan diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia mengaku pernah menonton video porno. Tanpa merasa malu, Ganjar mengakui hal itu di hadapan publik.

Pengakuan itu disampaikan oleh Ganjar saat melakukan wawancara bersama Deddy Corbuzier yang tayang di kanal YouTube Deddy dengan judul Ganjar Pranowo Nonton Video Porno, Arek Semarang Kumpul.

Ganjar bercerita awalnya ia tak sengaja membuka salah satu situs porno. Kemudian ada seseorang yang bertanya alasan Ganjar menonton video porno.

"Ada yang tanya, 'Pak ganjar kok ini nonton film porno?' Terus salah saya di mana? Saya kan dewasa, salah saya di mana? Lha wong saya suka kok. Saya sudah dewasa dan punya istri," kata Ganjar seperti dikutip Suara.com, Rabu (4/12/2019).

Dalam podcast tersebut, Ganjar menyebut menyaksikan video porno sebagai hal yang wajar dilakukan oleh seseorang yang sudah beranjak dewasa.

Namun, ia mengingatkan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah membagikan konten porno ke orang lain karena melanggar Undang Undang Unformasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Yang nggak boleh itu mengirim," lanjutrnya.

Ganjar juga pernah menanyakan terkait video porno kepada siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Tak ada yang mengakui bahwa pernah menyaksikan video porno.

"Adakah yang pernah nonton porno atau video? Enggak ada, diam semua. 'Kalian sedang jujur atau bohong?" ungkap Ganjar.

Saat Ganjar melemparkan pertanyaan kedua kalinya, ada salah satu siswa yang mengangkat tangan mengakui pernah menyaksikan video porno. Siswa itu diminta maju ke depan karena Ganjar ingin tahu alasan siswa itu.

"Explore aja," jawab si murid.

Bukan marah, Ganjar justru memberikan apresiasi kepada siswa itu yang telah berani mengakui kesalahannya. Sebab, siswa itu belajar pendidikan seks tanpa guru.

"Kalau kamu [nonton konten dewasa] nggak ada guru, itu pendidikan seks yang keliru. Saya kasih laptop, mengakui kesalahan itu sportivitas," tuturnya.