Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi penembakan./JIBI
Harianjogja.com, UTTAR PRADESH--Hanya karena berhenti menari, seorang perempuan di India harus menerima luka tembakan.
Seorang wanita India dirawat di rumah sakit setelah ditembak di wajahnya karena dia berhenti menari di pesta pernikahan.
Dalam video yang diunggah NDTV, wanita itu terlihat menari di atas panggung kemudian berhenti. Terdengar suara pria meminta dia untuk tetap menari. Tiba-tiba suara tembakan terdengar, dan wanita itu jatuh sambil memegang wajahnya.
Polisi mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah mengidentifikasi penembak dalam video tersebut yang saat ini masih buron.
Insiden itu terjadi saat resepsi pernikahan pada 1 Desember di sebuah desa di negara bagian Uttar Pradesh.
Namun, itu baru terungkap beberapa hari kemudian, setelah video itu dibagikan secara luas di aplikasi pengirim pesan.
"Tersangka masih buron tetapi kami yakin kami akan segera menangkapnya," kata polisi menyitir BBC, Jumat (6/12/2019).
Kekerasan dalam acara pernikahan menjadi fenomena biasa di beberapa bagian di India, di mana banyak tamu membawa senjata. Sebagian besar menggunakan senjatanya untuk menembak ke udara untuk merayakan acara tersebut.
Peristiwa serupa terjadi pada tahun 2016 di negara bagian utara Punjab, ketika seorang wanita hamil terbunuh setelah dia ditembak di perut saat menari di pesta pernikahan.
Tragedi lain terjadi secara tidak sengaja.\'Pada bulan November 2016, seorang wanita bersenjata menewaskan tiga orang termasuk bibi mempelai pria, setelah menembakkan tembakan perayaan dalam sebuah acara pernikahan di negara bagian utara Haryana.
Pada tahun 2018, polisi Punjab menangkap seorang pria setelah dia diduga menembak mati tetangganya secara tidak sengaja selama pesta pra-pernikahan.
Dia telah melepaskan tembakan ke udara untuk merayakan pernikahan putrinya yang akan datang. Tapi salah satu peluru menghantam tetangga perempuannya di dahi, membunuhnya seketika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.