Demo Hari Ini di 5 Titik Jakarta, Ribuan Polisi Dikerahkan
Sebanyak 4.263 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa di 5 titik Jakarta Pusat, Jumat 19 Juni 2026.
Dampak hujan es di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (2/12/2019)./Antara
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Hujan es disertai angin kencang melanda Kelurahan Madureso, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (2/12/2019) sore.
Angin kencang mengakibatkan beberapa rumah rusak di bagian atap dan sejumlah pohon tumbang atau dahan patah.
Warga Kelurahan Madureso, Bambang Sundoro, mengatakan saat hujan turun, terdengar suara agak keras di atas genteng, ternyata ada butiran es.
"Awalnya hujan turun biasa-biasa saja, namun tiba-tiba terdengar suara benda keras yang berjatuhan di atas genteng. Setelah saya cek keluar ternyata ada butiran es kecil-kecil," katanya.
Tidak berapa lama kemudian, aliran listrik padam karena sejumlah pohon tumbang dan mengenai jaringan kabel PLN.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menyampaikan kejadian langka tersebut hanya terjadi di Kelurahan Madureso.
"Hujan es disertai angin kencang terjadi di Kelurahan Madureso, untuk daerah lain di Kecamatan Temanggung terjadi hujan biasa," katanya.
Ia mengatakan angin kencang telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang atau dahan patah, seperti di jalan lingkar selatan Temanggung.
"Kami masih mendata jumlah kerusakan yang dialami warga. Data yang kami peroleh sementara di Kelurahan Madureso terdapat empat rumah rusak di bagian atap, selain itu di Desa Gedekan Kecamatan Tlogomulyo juga terdapat satu rumah rusak akibat angin kencang," katanya
Seuusai hujan reda warga langsung bekerja bakti membenahi atap yang gentengnya terbawa angin.
"Kami bersama warga juga menyingkirkan dahan pohon yang menutup jalan agar tidak mengganggu lalu lintas," katanya.
Kepala BMKG Semarang, Tuban Wiyoso, mengatakan fenomena hujan es biasa terjadi pada awal hujan.
"Ada awan komulonimbus, berupa awan vertikal yang menjulang tinggi, sifatnya lokal, karena menjulang tinggi sampai level beku dan ketika jatuh menjadi butiran es," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 4.263 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan unjuk rasa di 5 titik Jakarta Pusat, Jumat 19 Juni 2026.
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Ismael Kone alami patah tulang fibula dan tibia seusai tekel keras di laga Kanada kontra Qatar. Simak fakta cedera horor lainnya dalam sejarah Piala Dunia.
Fenomena AI Slop membuat internet dibanjiri konten berkualitas rendah. Simak dampaknya bagi literasi, dunia kreatif, dan kepercayaan publik terhadap AI.
Turkiye dan Paraguay menjalani duel hidup mati di Grup D Piala Dunia 2026. Kedua tim wajib menang untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
DKP Bantul menebar belasan ribu benih ikan lokal di sungai untuk menjaga ekosistem, konservasi, dan keberlanjutan perikanan daerah.