Wakil Menteri Agama Sebut Reuni 212 Hukumnya Boleh, tapi...

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
27 November 2019 11:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penyelenggaraan reuni 212 di Monas, Jakarta 2 Desember mendatang ditanggapi oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. Menurutnya hukum reuni 212 mubah atau boleh-boleh saja.

"Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh saja, tidak ada anjuran juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi," katanya, Rabu (27/11/2019).

Hukum mubah kata dia, bisa pula menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika kegiatan tersebut diisi dengan hal kebaikan. Misalnya menganjurkan persatuan, persaudaraan, cinta tanah air dan menganjurkan untuk menaati hukum atau peraturan.

Akan tetapi apabila reuni diisi dengan kegiatan tidak baik seperti provokasi, fitnah, menebar ketakutan, kebencian dan mengadu domba, maka reuni dapat pula menimbulkan dosa.

"Saya yakin reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktifitas kebaikan," kata Zainut yang juga Wakil Ketum MUI itu.

Dia menyebut saat ini bangsa Indonesia membutuhkan suasana yang aman, sejuk, damai, dan kondusif untuk melakukan konsolidasi kehidupan masyarakat setelah hampir satu tahun mengalami keretakan dan gesekan sosial akibat perbedaan pilihan politik selama masa pemilihan umum berlangsung.

Walhasil hubungan antarwarga masyarakat masih diliputi suasana kaku, tegang, dan penuh dengan curigaan.

Untuk itu dia meminta pihak para tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya ikut terlibat aktif merajut kembali persaudaraan kebangsaan dan membantu menciptakan situasi yang kondusif

"Agar kehidupan masyarakat kembali normal, cair dan tidak ada ketegangan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," terangnya.

Sumber : Bisnis.com