Partai Masyumi Bersatu 212 Akan Didirikan, Anggotanya Harus Islam

Jemaah Munajat 212 melaksanakan Salat Magrib di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019). - Antara/Rivan Awal Lingga
29 Agustus 2019 22:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sekelompok orang tengah berencana mendirikan Partai Masyumi Bersatu 212 sebagai alternatif partai Islam yang akan mendukung Ijtima Ulama.

Berdasarkan undangan yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Partai Masyumi Bersatu 212 akan didirikan pada Sabtu, 31 Agustus 2019 atau 1 Muharram 1441 H sekitar pukul 08.00 WIB di Aula Masjid Baiturrahman Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.
 
Sekretaris Panitia Musyawarah Pendirian Partai Masyumi Bersatu 212, Pitrimawati membenarkan adanya acara musyawarah pendirian partai Islam tersebut. Acara itu akan dilaksanakan di sela-sela acara Muharraman di Masjid Baiturrahman, Tebet Jakarta Selatan.
 
Dia juga mengaku sudah mengundang beberapa tokoh nasional yang namanya masih dirahasiakan untuk menghadiri acara tersebut.
 
"Memang benar, ada acara itu, beberapa tokoh sudah kami undang. Tapi nanti saya pas di acara disampaikan siapa saja yang hadir, karena kami tidak ingin mencatut nama orang," tuturnya, Kamis (29/8).
 
Dia juga menjelaskan alasan pihaknya mendirikan Partai Masyumi Bersatu 212 untuk menegakkan NKRI bersyariah di masa depan. 
 
Menurut Fitri, pada acara Musyawarah Pendirian Partai Islam Alternatif tersebut, akan diadakan juga pemilihan Ketua Umum beserta para pengurusnya sekaligus langsung dikukuhkan agar bisa terjun langsung ke ranah politik nasional.
 
"Partai ini terbuka, siapapun bisa masuk. Tetapi mohon maaf, anggotanya harus orang Islam, tapi kalau simpatisan saja boleh non-muslim. Nanti ada kartu anggota simpatisan juga," katanya.
 
Fitri menjelaskan setelah Partai Masyumi Bersatu 212 resmi berdiri dan memiliki struktural yang jelas maka agenda selanjutnya adalah menghimpun semua elemen bangsa dan menghidupkan lagi kejayaan Partai Masyumi di masa lalu.
 
"Jadi kita tidak menghimpun organisasi saja, tapi juga seluruh elemen bangsa untuk membangun agama bangsa dan negara ini," ujarnya.