Kandang Sapi di Boyolali Bergeser 1 Meter tapi Tidak Roboh Saat Dilanda Angin Kencang

Warga dan petugas kepolisian meninjau lokasi rumah roboh di Desa Ngaren, Juwangi, Boyolali, Selasa (12/11/2019). - Ist/Polsek Juwangi
13 November 2019 01:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI -- Wilayah Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali dilanda angin kencang, Senin (11/11/2019). Dampaknya, ada enam bangunan roboh.

Selain itu, sebuah kandang sapi milik Rusmin, warga Dukuh Kalitlawah RT 009/ RW 003, Ngaren, Juwangi, bergeser sejauh satu meter dari tempatnya semula. Kandang berukuran 3 meter x 4 meter dengan dua ekor sapi di dalamnya itu tidak roboh.

Namun bangunan kandang semi permanen itu miring dan membahayakan sehingga akhirnya dirobohkan. Sementara sapi-sapinya diikat di belakang rumah.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, jaringan Harianjogja.com, selain kandang milik Rusmin, terdapat enam rumah lain yang roboh tepat setelah angin kencang disertai hujan menerjang.

Keenamnya diketahui milik Wiro Samidi, 80; Ngatiman, 45; Waji, 42; Ngatimin, 51; Kalimin, 55; dan Marmin, 53. Sementara rumah milik Rukinem, 60, warga RT 010, RW 003 diketahui rusak berat. Rumah-rumah yang roboh itu sebagian besar merupakan rumah semi permanen berbahan kayu.

Kepala Desa Ngaren, Budiyono, mengatakan selain rumah yang roboh, sedikitnya 50 rumah lain rusak ringan. Kerusakan itu meliputi tiang yang hampir roboh maupun genting yang copot dari atap.

“Saat ini pendataan masih dilakukan, termasuk jenis bantuan yang diperlukan warga,” ujar Budiyono, Selasa (12/11/2019).

Terpisah Koordinator Assessment Bencana Tagana Boyolali, Moh. Irawan, menambahkan selain pendataan, sejumlah sukarelawan mulai berkoordinasi untuk penyaluran bantuan logistik seperti dari BPBD, Tagana, dan kepolisian.

Sumber : Suara.com