Advertisement
Pendekar Silat Dianiaya, Diduga Rebutan Lahan Parkir
Para tersangka pengeroyokan anggota perguruan silat saat dihadirkan di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (4/11 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Penganiayaan melibatkan sejumlah pendekar silat terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kasus penganiayaan terhadap tiga pemuda yang mengenakan baju perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (31/10/2019) lalu itu, ddiduga dipicu perebutan lahan parkir.
Advertisement
Ketiga korban, yakni Nombon Susilo (NS), 19, warga Krajan RT 002/RW 001, Dusun Ngile, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur (Jatim); Nugroho Eko Putro (NEP), 21, warga Kemiri RT 014/RW 006, Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Klaten, dan Nurul Burhanudin (NB), 23, warga Tanggung RT 007/RW 009, Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, dianiaya para pelaku di dua lokasi yang berbeda.
NS dikeroyok saat berada di depan PT Sami Surya Indah (SSI), Desa Pandeyan, Grogol, Sukoharjo. Sedangkan, NEP dan NB mengalami nasib serupa saat tengah berada di warung yang terletak di sebelah selatan Balai Desa Telukan, Grogol.
BACA JUGA
Akibat pengeroyokan itu, ketiga korban mengalami luka-luka sayatan benda tajam di bagian tubuhnya hingga harus menjalani perawatan intensif di RS Nirmala Suri.
Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng Kombes Pol. Budhi Haryanto, mengungkapkan pelaku penganiayaan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka diduga berasal dari kelompok perguruan silat SH Winongo.
“Motifnya karena beda kelompok. Jadi para pelaku ini mencari orang yang bukan dari kelompoknya. Ada dendam lama perguruan,” ungkap Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Budhi Haryanto, saat dijumpai Semarangpos.com-jaringan Harianjogja.com, di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (4/11/2019).
Perguruan silat SH Terate dan SH Winongo memang sejak lama berseteru. Namun, motif di balik kasus ini bukan hanya perseteruan antarperguruan silat yang sudah lama terjadi.
Ada dugaan perseteruan juga dilandasi perebutan lahan parkir di kawasan Solo Baru, tepatnya di depan restoran cepat saji, Burger King, yang terjadi Kamis (17/10/2019).
Saat itu, RM, yang tengah jaga parkir di depan Burger King didatangi empat orang. Keempat orang itu memaksa korban untuk tidak lagi menjadi tukang parkir di kawasan tersebut.
Ada dugaan RM tidak terima dengan kasus tersebut dan mengadu ke kelompoknya yang berasal dari anggota SH Winong dan Laskar. Kelompok RM itu pun lantas memburu para pelaku dan anggota kelompoknya yang berasal dari PSHT.
Budhi mengatakan saat ini pihaknya sudah meringkus 11 dari 50 pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap NS, NEP, dan NB. Namun bukan hanya dari kelompok pengeroyok tiga anggota PSHT yang ditangkap. Aparat Polda Jateng juga meringkus B dan HW yang menjadi biang kerusuhan di lahan parkir Burger King Solo Baru.
“Yang kami hadirkan di sini [telah diringkus] berasal dari 3 kelompok, SH Winongo, PSHT, dan juga Laskar. Kita enggak tebang pilih,” tegas Budhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
- Taman Pintar Jogja Catat Pendapatan Rp14,45 Miliar di 2025
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Minggu 4 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




