Advertisement
Tol Solo-Bandara Kulonprogo Sepanjang 93,4 Kilometer Mulai Dilelang
Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mulai menggelar Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol melalui prakualifikasi untuk ruas tol Solo-Jogja-Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dengan panjang 93,4 kilometer.
Seperti dikutip dari pengumuman yang dimuat di laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), pendaftaran prakualifikasi ini dimulai pada 3 November 2019 hingga 3 Januari 2020.
Advertisement
Proyek yang merupakan proyek Atas Prakarsa Badan Usaha (Unsolicited Project) dengan Hak Menyamakan Penawaran (right to match) pada konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Gama Group, dan PT Daya Mulia Turangga, diperkirakan menelan investasi hingga Rp22,54 triliun.
Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dilakukan untuk tetap membuka peluang bagi badan usaha di luar konsorsium untuk ikut berinvestasi di dalamnya. Artinya, kendati ide pembangunan jalan tol Jogja-Solo berasal dari badan usaha, keberadaan kompetitor tetap diperhitungkan. “Badan usaha mana yang bisa memberikan tarifnya lebih murah, tentu akan ditetapkan sebagai pemenang tender oleh pemerintah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam catatan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, pada awalnya ruas tol ini akan terus membentang hingga Cilacap. Namun, badan usaha pemrakarsa kemudian memutuskan untuk mendahulukan pembangunan ruas Solo-Jogja-Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PDIP DIY Gelar Konferda-Konfercab Serentak, Nuryadi Kembali Pimpin DPD
Advertisement
Wisata Petik Melon Gaden Diserbu Pengunjung saat Panen Perdana
Advertisement
Berita Populer
- Nico Gonzalez Akui Pep Guardiola Bikin Kariernya Melesat
- Anak di Bawah 12 Tahun Rentan Terdampak Smartphone
- Akses Darat Lumpuh, Kiper PSS Sleman Belum Bisa Tinggalkan Aceh
- Manfaat Ketumbar untuk Turunkan Berat Badan Menurut Penelitian
- Regulasi Baru, Kenaikan UMP 2026 Berpotensi Berbeda di Tiap Daerah
- Resiliensi Budaya Keraton Jogja Diangkat dalam Jejak Peradaban 2025
- Difabel Harus Setara, Paramitha Rusady Ajak Hapus Stigma Sosial
Advertisement
Advertisement



