Pertaruhan 3 Kementerian dan 1 Lembaga untuk Kembangkan 5 Tujuan Wisata Ini

Pantai Kuta di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. - Antara/Ahmad Subaidi
28 Oktober 2019 10:17 WIB Rivki Maulana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo melantik 34 menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, pekan lalu. Sejumlah wajah gres bermunculan. Sosok lama juga tidak sedikit yang dipertahankan.

Di bidang infrastruktur, Presiden masih memercayakan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat ke pundak Basuki Hadimujono. Basuki bakal didampingi John Wempi Wetipo, Bupati Kabupaten Jayawijaya selama dua periode 2008—2013 dan 2013—2018, untuk memimpin kementerian yang mendapat alokasi anggaran melimpah.

Tahun depan, anggaran Kementerian PUPR mencapai Rp120,21 triliun. Dalam lima tahun terakhir, alokasi anggaran untuk kementerian ini selalu di atas Rp100 triliun.

Selepas pelantikan Wempi sebagaia wakil menteri, Basuki langsung tancap gas. Kementerian PUPR menggelar pertemuan dengan empat kementerian/lembaga, yaitu Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Pertemuan berlangsung Sabtu (26/10/2019) dan tuntas dalam 2 jam. Usai pertemuan, Basuki mengatakan bahwa pihaknya dan Kemenhub memaparkan terkait dengan program yang sudah dicapai dan program yang akan dikerjakan di lima destinasi wisata prioritas. Dia berharap agar para kolega dari kementerian lain bisa menyusun program yang tepat di lima destinasi pariwisata.

"Kalau infrastruktur terbangun [sedangkan] event tidak direncanakan, logistik, hotel, tidak direncanakan, itu nanti tidak siap. Seperti kata Presiden, [program] kita kan tidak hanya sent, tapi juga delivered," jelas Basuki.

Menurut Basuki, infrastruktur di lima destinasi diharapkan tuntas tahun depan. Kementerian PUPR sudah mengalokasikan anggaran Rp7,60 triliun untuk membangun beragam prasarana di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Kelima destinasi itu diharapkan bisa menjadi mesin baru bagi industri pariwisata nasional.

Mulai dari sekarang, Basuki akan bermitra dengan menteri-menteri baru—yang sebetulnya bukan sosok asing—dalam pengembangan dunia pariwisata.

Basuki bakal bahu membahu dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

PUNYA IKATAN

Basuki dan dua orang tersebut memiliki ikatan, Asian Games 2018. Dalam pesta olahraga bangsa-bangsa di Asia tersebut, Kementerian PUPR memang mempunyai peran penting dalam merenovasi 33 dari 79 arena. Anggaran Rp7,40 triliun yang dialokasikan Kementerian PUPR tak terbuang percuma karena penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 menuai banyak pujian.

Dari sisi penyelenggaraan, Asian Games disebut memberi dampak terhadap perekonomian sebesar Rp40 triliun, melampaui total biaya penyelenggaraan dan pembangunan infrastruktur sebesar Rp24 triliun.

Pesta olahraga itu juga ditonton lebih dari 4,50 miliar pemirsa di seluruh dunia. Tak ayal, pujian datang dari Komite Olimpiade Internasional dan Dewan Olimpiade Asia.

Dari sisi prestasi, kontingen Indonesia berhasil menyabet 98 medali, terdiri atas 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Pencapaian di Asian Games 2018 merupakan prestasi terbesar Indonesia pada kejuaraan olahraga multicabang. Tanpa mengecilkan pihak lain yang turut terlibat, kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tak bisa lepas dari peran Erick Thohir yang saat itu menjabat Ketua Panitia Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc).

Pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018 yang menampilkan pertunjukan spektakuler juga turut menjadi kunci untuk menarik animo masyarakat untuk menyaksikan Asian Games. Sosok penting—tanpa mengecilkan pihak lain—yang terlibat dalam acara pembukaan dan penutupan adalah Wishnutama, saat itu menjabat Direktur Kreatif.

Kisah sukses dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 sepertinya bakal diulang untuk agenda lain, pariwisata. Tentu, agenda ini memiliki skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Sesuai khitahnya, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan berperan dalam membangun dan mengembangkan akses ke destinasi wisata.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia