Muktamar NU 35 Diwarnai Adu Jotos, Gus Yahya Minta Massa Tetap Tenang
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Demo mahasiswa di Gedung DPR. /Suara.com-Fakhri
Harianjogja.com, JAKARTA - Akbar Alamsyah salah satu korban demonstrasi yang berakhir ricuh di sekitar gedung DPR/DPD/MPR RI pada 25 September 2019 pergi untuk menonton demonstrasi bukan ikut berdemonstrasi. Hal tersebut dipastikan sendiri oleh pihak keluarga.
"Keterangan temennya mereka sengaja pergi mau liat demo katanya di Slipi," kata Andre, 38, sepupu dari Akbar saat ditemui di pemakaman di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).
Andre mengatakan, Akbar pergi bertiga bersama teman-temannya Rabu (25/9/2019) malam. Mereka berangkat dari rumah temannya yang bernama Fajar di wilayah Kebon Mangga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketiganya pergi menggunakan satu motor, yakni motor milik Akbar. Mereja memarkir kendaraan sebelum Palmerah.
"Mereka parkir di pinggir jalan, waktu kejadian suasana sudah rame. Akbar ikut lari posisi di belakang temennya," kata Andre.
Menurut Andre, kejadian tersebut berlangsung malam hari. Saat kericuhan terjadi Akbar dan temannya lari menghindar massa, namun posisi Akbar waktu itu terpisah dengan kedua temannya.
"Temannya yang selamat ini cerita waktu lari itu, dilihat ke belakang pertama kali Akbar masih tampak lari di belakangnya. Kedua kalinya dilihat sudah hilang, terpisah mereka karena saling menyelamatkan diri masing-masing," kata Andre.
Kepergian Akbar untuk menonton demo juga dibenarkan oleh Irawan, 25, calon kakak iparnya.
Cerita itu dia peroleh dari dua teman Akbar yang berhasil menyelamatkan diri saat kericuhan terjadi. Akbar, kata dia, diketahui berada di lokasi kericuhan dari unggahan di instagramnya @akbaralamasyah.
"Iya dia sempat posting status juga ada di lokasi demo," kata Irawan.
Kakak kandung Akbar, Fitri Ramayani mengatakan, pada 25 September 2019, Akbar sudah diingatkan untuk tidak keluar rumah karena situasi tidak aman.
"Waktu mama yang WA ngasih tau jangan keluar rumah karena lagi ada demonstrasi, tapi pesan WA cuma di-read (dibaca), tidak dibalas," kata Fitri.
Fitri mengatakan, pihak keluarga tahu Akbar berada di lokasi kericuhan dari dua temannya yang pulang selamat. Kedua temannya sudah mencari Akbar ke sejumlah tempat hingga Kamis (26/9/2019) dini hari. Mereka telah mendatangi lokasi yang mungkin Akbar ada. Bahkan keduanya sempat pulang dan menanyakan kepada pihak keluarga apakah Akbar sudah berada di rumah.
"Dari temannya itu kami tau Akbar ada di lokasi, mama saya sampai menangis histeris," kata Fitri.
Sejak hilang 26 September, pihak keluarga mencoba mencari tahu keberadaan Akbar dengan mendatangi sejumlah rumah sakit dan kantor polisi.
Nama Akbar tertulis di daftar registrasi di Kantor Polres Jakarta Barat pada Jumat (27/9/2019). Tidak lama setelah itu pihak keluarga juga mendapatkan informasi dari grup aplikasi perpesanan yang mengirim potongan gambar plang nama Jalan Kebon Mangga.
Pesan berbunyi bahwa korban belum ada keluarga yang menjenguk. Korban disebutkan tanpa identitas bernama Akbar Alamsyah dengan alamat Kebon Mangga berada. Saat itu, Akbar dirawat di Rumah Sakit Pelni, Petamburan. "Dari situ kita curiga kok ciri-cirinya mirip dengan Alam [Akbar]," kata Fitri.
Demo di DPR RI yang berakhir ricuh pada Rabu (25/9/2019) menyebabkan banyak korban berjatuhan baik dari sisi pendemo maupun petugas keamanan. Salah satu yang menjadi korban dalam demo pelajar tersebut adalah Akbar Alamsyah. Ia semula dirawat di RS Pelni, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, lalu dirawat intensif di CICU RSPAD Gatot Subroto.
Akbar diketahui mengalami retak pada tempurung kepala dan sempat menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Keberadaan Akbar sempat tidak diketahui pascademo pelajar 25 September 2019 dan baru diketahui pada 28 September 2019 dalam kondisi koma di rumah sakit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Film "Munafik: Melawan Iblis" tayang 3 September 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah Ustaz Adam yang menghadapi gangguan gaib serta trauma masa lalu.
Berikut daftar event Jogja Senin 31 Agustus 2026. Ada ASEAN Sports Day di Sleman, Jogja Book Fair, agenda seni hingga Jogja Coffee Week.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Senin 31 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu di Kota Jogja dan Bantul mencapai 32 derajat Celsius, sementara gelombang
Tarif DAMRI YIA-Jogja kembali diperpanjang hingga September 2026. Cek harga promo Rp50.000, titik layanan, dan jadwal keberangkatannya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 31 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.