Satu-Satunya Dari Asia, Uskup Agung Jakarta Jadi Kardinal di Vatikan

Duta Besar RI untuk Vatikan Agus Sriyono (kanan) berfoto bersama Kardinal Ignatius Suharyo (tengah) usai acara pelantikan di gereja Basilica St Peter, Vatikan, Sabtu (5/10/2019). - Ist/ Dok.Pribadi Agus Sriyono (Antara)
08 Oktober 2019 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Uskup Suharyo asal Indonesia dilantik sebagai Kardinal. Kedutaan Besar RI untuk Takhta Suci dan Ikatan Rohaniwan Katolik di Kota Abadi (IRRIKA) Vatikan akan menggelar Misa Syukur di Pontifiio Collegio Missionario San Paolo Apostolo, Roma pada Selasa (8/10/2019).

"Sebagai bentuk syukur atas dilantiknya Uskup Suharyo sebagai Kardinal, KBRI untuk Takhta Suci dan IRRIKA berencana menggelar Misa Syukur, dan akan dihadiri oleh seluruh rohaniwan dan rohaniwati Katolik di Italia," kata Ferdien kata Pelaksana Fungsi Penerangan, Protokol, dan Konsuler Muhammad Ferdien dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (7/10/2019)

Perwakilan RI di Vatikan itu akan mengadakan Misa Syukur sebagai bentuk apresiasi kepada Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo, yang dilantik sebagai Kardinal Vatikan oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober di gereja Basilika Santo Petrus.

Misa Syukur merupakan acara keagamaan umat Katolik yang biasa digelar sebagai ungkapan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas pencapaian dan keberhasilan yang diraih individu atau kelompok tertentu.

Selain Misa Syukur, apresiasi kepada Uskup Suharyo telah diberikan saat acara pelantikan, salah satunya ditunjukkan dari kehadiran delegasi dari Jakarta di Basilika Santo Petrus.

Delegasi itu dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sementara anggotanya terdiri dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, serta Penasihat Khusus Menko Maritim Bidang Perubahan Iklim, Pengentasan Kemiskinan dan Isu Gender Kartini Sjahrir.

Tidak hanya itu, Duta Besar RI untuk Vatikan Agus Sriyono juga turut hadir pada acara pelantikan, dan Misa Konselebrasi Paus Fransiskus bersama 13 kardinal baru di Basilika Santo Petrus pada 6 Oktober.

Setelah dilantik, Mgr. Ignatius Suharyo jadi warga Indonesia ketiga yang dinobatkan sebagai kardinal di Vatikan setelah Uskup Agung Semarang Justinus Darmojuwono pada 1967 dan Uskup Agung Jakarta periode 1996-2010 Julius Riyadi Darmaatmadja pada 1994.

Tidak hanya itu, Mgr. Ignatius Suharyo juga jadi satu-satunya uskup dari Asia yang ditunjuk Paus Fransiskus sebagai kardinal pada 2019, mengingat 12 kardinal lain yang dilantik oleh Paus Fransiskus pada tahun ini di antaranya berasal dari Angola, Lithuania, Spanyol, Italia, Guatemala, Luxembourg, Republik Demokratis Kongo, dan Kuba.

Pelantikan Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, sebagai Kardinal baru di Vatikan merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia, karena tidak semua negara dapat menempatkan wakilnya sebagai dewan penasihat untuk pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus. Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Vatikan Agus Sriyono saat dikutip dari ANTARA.

Kebanggaan itu, menurut Agus, ditunjukkan dengan hadirnya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat acara pelantikan Kardinal Ignatius Suharyo di gereja Basilica St. Peter, Vatikan, pada 5 Oktober 2019.

Selain itu, ungkapan bangga juga ditunjukkan oleh para warga Indonesia di Vatikan yang menghadiri acara pelantikan Kardinal Ignatius Suharyo.

"Pada sore hari setelah pelantikan, puluhan suster (biarawati), pastor, dan umat Katholik Indonesia yang hadir dalam pelantikan bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya sambil membawa Bendera Merah Putih sebagai wujud semangat ke-Indonesia-an. Kami semua merasa bangga dengan terpilihnya Mgr. Suharyo sebagai Kardinal," ujar Dubes Agus Sriyono.

Pelantikan Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo sebagai Kardinal di Vatikan oleh Paus Fransiskus menunjukkan bahwa para tokoh agama Katolik di Indonesia dinilai mumpuni.

Menurut Dubes Agus, Mgr. Ignatius Suharyo diangkat sebagai Kardinal di Vatikan karena dianggap mampu memberi masukan untuk Paus Fransiskus mengenai aspek kerukunan beragama dan toleransi mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat majemuk dengan ragam agama dan keyakinan.

"Bagi saya, terpilihnya Mgr. Suharyo sebagai Kardinal menunjukkan kepercayaan Paus Fransiskus kepada Gereja Katolik Indonesia, sebagai negara yang memiliki keragaman etnis dan agama," kata Agus.

Sumber : Antara