KPK Sebut Summarecon Terkait OTT HGB di Kabupaten Bogor
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Faldo Maldini/Instagram-Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah namanya besar karena Partai Amanat Nasional (PAN) hingga menduduki posisi wakil sekretaris jenderal, Faldo Maldini resmi mengundurkan diri dari partai itu.
Pengunduran diri Faldo diketahui melalui surat pernyataan dirinya per tanggal 3 Oktober 2019.
Dalam surat yang ditandatangani politikus muda itu, Faldo mengungkapkan bahwa keluarnya ia dari PAN sudah melalui pertimbangan yang matang. Ia bahkan mengaku sampai harus menemui Ketua Umum Zulkifli Hasan hingga Sekjen Eddy Soeparno beberapa kali sebelum akhirnya hengkang.
"Saya menyatakan secara resmi mengundurkan diri Partai Amanat Nasional, setelah dua kali berkonsultasi dengan Ketua Umum PAN Bapak Zulkifli Hasan dan tiga kali berdiskusi dengan Sekretaris Jenderal PAN Bapak Eddy Soeparno," tulis Faldo dalam suratnya, dikutip Suara.com, Minggu (6/10/2019).
Meski sudah resmi keluar, ia mengungkapkan bahwa PAN sudah memberikan banyak ruang berkembang bagi dirinya dalam memulai karier politik dari bawah. Menurut Faldo, saat di PAN ia juga mulai mengenal tanggung jawab publik sebagai seorang kader politik.
Kendati mendapat banyak pengalaman dari PAN. Namun Faldo tetap memilih keluar lantaran ingin mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah. Ia menegaskan pilihannya untuk keluar partai juga atas dasar keinginan sendiri tanpa paksaan.
"Pilihan ini saya ambil secara sadar dan penuh pertimbangan, tanpa paksaan dan intervensi dari pihak manapun. Saya mundur melalui mekanisme yang dijunjung tinggi oleh PAN, yakni diskuai dan dialog," ujar Faldo.
Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno menuliskan sebuah cuitan yang menggambarkan perpisahannya dengan Faldo dari PAN. Melalui akun Twitter @eddy_soeparno, Eddy turut mengunggah foto dirinya bersama faldo.
Dalam foto tersebut terlihat Faldo yang membungkukkan diri sambil menyalami tanggan Eddy.
"Tidak ada kata "pamit" di dunia politik. Yang ada hanya "sampai jumpa" di lain tempat dan waktu," tulis Eddy pada Sabtu (5/10/2019) seperti dikutip Suara.com.
Foto tersebut seolah menggambarkan hubungan antara keduanya. Sebagaimana yang pernah diakui oleh Eddy bahwa dirinya telah bersedia sejak awal menjadi pembimbing dan mentor bagi Faldo Maldini di PAN, khususnya di bidang manajemen kepartaian, manajemen konflik dan human development skills.
Sebelumnya kabar kepindahan Faldo diketahui melalui sebuah iklan di harian lokal Sumatra Barat. Dalam iklan tersebut menyandingkan foto Faldo Maldini dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Pemerintah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama 2027. Simak daftar tanggalnya untuk merencanakan liburan dan cuti.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Bantul hingga Juli 2026. Kekerasan verbal menjadi salah satu kasus dominan.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.