Setengah Tahun, Terjadi 104 Kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono

Kendaraan pemudik melintasi jalan tol Solo-Ngawi di Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. - Solopos/Nicolous Irawan
01 Oktober 2019 02:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MADIUN - Selama Januari-Agustus 2019, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat terjadi sebanyak 104 kecelakaan lalu lintas di jalur tol Ngawi-Kertosono. 

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Iwan Moedyarno, mengatakan insiden kecelakaan tersebut tergolong tinggi. Adapun faktor penyebabnya paling banyak adalah karena human eror yang mencapai 70% dari total kasus.

"Penyebab kecelakaan banyak karena pengemudi yang terlena atau mengantuk," ujar Iwan kepada wartawan, Senin (30/9/2019). 

Selain karena pengemudi, faktor kondisi kendaraan juga ikut memicu terjadinya kecelakaan. Rekaman data laka JNK menunjukkan, banyak kecelakaan dipicu karena pecah ban atau sebab teknis lain. Misalnya, mesin radiator yang terlalu panas.

"Kami sudah sering ingatkan pentingnya menjaga kondisi badan dan kendaraan sebelum masuk tol. Rest area juga selalu terbuka. Pengemudi bisa memanfaatkan untuk beristirahat," katanya.

Meski demikian, pihaknya juga mengakui jika kualitas badan jalan juga ikut menjadi penyebab kecelakaan. Meski persentasenya tidak sebesar faktor human error.

Terkait kualitas badan jalan, pihaknya segera melakukan perbaikan terutama di beberapa titik jembatan. Sedangkan tingginya kasus kecelakaan, pihaknya menilai perlu memasang singing road di beberapa titik yang dianggap rawan.

Selain itu, JNK juga akan lebih memperketat laju kecepatan kendaraan agar tidak melebihi batas maksimum yakni 100 kilometer per jam.

Kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas juga akan ditertibkan. Selain itu, sebaran kamera pengintai atau CCTV juga akan ditambah.

Sumber : antara