Rp7 Triliun Disiapkan untuk Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata

Sejumlah kapal siap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
29 September 2019 13:47 WIB Sri Mas Sari News Share :

Harianjogja.com, LABUAN BAJO--Pemerintah menganggarkan Rp7,1 triliun pada 2020 untuk mendukung infrastruktur di lima kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) superprioritas.

Anggaran terbesar dialokasikan untuk KSPN Danau Toba senilai Rp2,5 triliun yang dialokasikan untuk unit organisasi Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Cipta Karya, dan Penyediaan Perumahan.

Anggaran terbesar kedua dialokasikan untuk KSPN Mandalika, yakni senilai Rp1,7 triliun. Berikutnya KSPN Borobudur dengan alokasi anggaran Rp1,3 triliun.

"Yang besar Borobudur, Lombok [Mandalika], dan Toba, karena areanya luas," ujar Kepala Badan Pengembangan Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hadi Sucahyono, Minggu (29/9/2019).

Sementara itu, KSPN Labuan Bajo mendapatkan alokasi anggaran Rp1 triliun. Adapun KSPN Likupang Rp563,8 miliar. Likupang belakangan masuk ke dalam daftar KSPN superprioritas karena untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Bitung.

Hadi mengatakan potensi infrastruktur menuju Likupang sudah ada, yakni jalan tol Manado-Bitung yang dijadwalkan beroperasi tahun depan.

“Sentuhan sedikit, bisa mendatangkan turis banyak. Apalagi orang yang transit mau ke Bunaken misalnya, kami geser dulu ke sana [Likupang] sebelum ke Bunaken,” ujarnya.

Alasan itulah yang membuat Presiden Joko Widodo mendorong destinasi wisata di Kabupaten Minahasa Utara itu masuk ke dalam daftar destinasi superprioritas. Sebelumnya, hanya ada empat destinasi superprioritas, yakni Candi Borobudur, Danau Toba, Lombok, dan Labuan Bajo. Keempatnya menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.

Hadi mengatakan, potensi menghidupkan KEK Bitung membuat Likupang layak masuk destinasi superprioritas kendati jumlah wisatawannya masih rendah.

Dari anggaran dukungan infrastruktur untuk Likupang pada 2020 sebesar Rp563,8 miliar, anggaran unit organisasi Sumber Daya Air dialokasikan Rp22 miliar, Bina Marga Rp108,7 miliar, Cipta Karya Rp345,2 miliar, dan Penyediaan Perumahan Rp87,9 miliar.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia