Advertisement
Ganjar Tak Ingin NKRI Pecah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (10/5). ANTARA FOTO - Reno Esnir
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG--Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak semua lapisan masyarakat agar terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak membiarkan hancur berantakan.
"Malam ini, kita semua berkumpul untuk menjaga persatuan bangsa. Kita tidak mau, bangsa ini 'ambyar', kita tidak boleh membiarkan NKRI 'ambyar', setuju?" seru Ganjar pada acara Pagelaran Seni Budaya Nusantara dengan tema "Merajut Kebhinnekaan" di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (7/9/2019) malam.
Advertisement
Di hadapan ribuan warga yang menghadiri acara dengan bintang tamu penyanyi Campursari Didi Kempot itu, Ganjar mengajak semua elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara saling menghormati serta tidak boleh terpecah belah.
Dengan mengenakan ikat kepala yang biasa dipakai orang Papua, Ganjar mengobarkan semangat masyarakat yang hadir dari berbagai daerah untuk menjaga keutuhan NKRI. Menurut Ganjar, Indonesia adalah bangsa besar dan sangat kuat, serta tidak mungkin ada isu-isu yang dapat memecah belah dan mengancam persatuan bangsa.
BACA JUGA
"Dari sini, dari Jawa Tengah. Kita tunjukkan bahwa bangsa ini kuat, kita tunjukkan pada dunia bahwa kita tidak mau diadu domba. Pokoknya, kita tidak mau kalau NKRI, apa?" tanya Ganjar.
"'Ambyaaar'," jawab para penonton kompak.
Lebih lanjut Ganjar mengatakan bahwa salah satu cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah dengan menghormati dan menghargai perbedaan, siapapun orangnya, agamanya, maupun sukunya karena semua adalah Indonesia.
"We love Papua, we love Indonesia," teriak Ganjar yang terlihat mengenakan ikat kepala khas orang Papua.
Politikus PDI Perjuangan itu bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Moch Effendi juga meyakinkan jika semua masyarakat yang ada di Provinsi Jawa Tengah akan dijamin keamanannya.
"Siapapun orangnya, apapun agamanya, sukunya, semua akan kami lindungi. Mau dia sekolah, bekerja atau hidup di Jateng. Anda semua jangan khawatir, tidak akan ada yang mengganggu. Kalau ada, laporkan ke kami," tegasnya.
Acara Pagelaran Seni Budaya Nusantara berlangsung semarak, bahkan kehadiran Didi Kempot yang mendapat julukan "Godfather of Broken Heart" itu semakin menambah kemeriahan suasana melalui lagu-lagu yang sedang hits saat ini seperti Banyu Langit dan Pamer Bojo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 26 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
- Samsat DIY Buka Kembali Seusai Libur Lebaran, Bebas Denda Pajak Motor
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
Advertisement
Advertisement






