Gibran Tunggu Momen yang Pas untuk Terjun di Pilkada Solo

Presiden Joko Widodo bersama putranya Gibran Rakabuming Raka dan cucunya Jan Ethes mengunjungi pusat perbelanjaan di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2019). - Antara/Mohammad Ayudha
25 Agustus 2019 20:57 WIB Ria Theresia Situmorang News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gibran Rakabuming Raka meminta anak muda tidak apatis dengan kondisi politik bangsa. Gribran juga akan menunggu momen yang pas untuk terjun ke politik.

Ajakan itu disampaikan Gibran saat berbicara dalam Playfest 2019 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Di depan publik, putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut mendorong anak muda untuk berkontribusi dalam kehidupan publik. "Saya melihat anak muda itu harus memberikan kontribusinya, tidak boleh apatis. Saya pernah dibilang apatis, karena pemilihan Wali Kota [Solo] saya enggak nyoblos. Soalnya, saat itu saya enggak di Solo," ujarnya. 
 
Di samping itu, Gibran menyebutkan ada hal lain yang bisa dilakukan pemangku kekuasaan yang tidak bisa dilakukan dirinya yang saat ini menjadi seorang pebisnis.
 
"Ya saya merasa, saya dulu cari duit saja. Kadang kalau nyari duit aja, [saya merasa] ini enggak mungkin kebijakan pemerintah mempengaruhi bisnis saya. Ya, sudahlah golput [Pilkada Solo] saja. Tapi ternyata itu sangat berpengaruh dan saya merasa belakangan ini," sambungnya. 

Dipandu oleh penyanyi dan dokter estetika Tompi dan Martin Anugrah dari Cameo Project, Gibran menyampaikan keterbatasan ruang lingkup bantuan kepada masyarakat kecil juga membuatnya makin termotivasi untuk maju ke bidang politik.
 
"Kita punya pegawai kan ratusan hingga ribuan orang, lingkupnya kecil. Tapi kalau politikus, orang yang bisa kita sentuh dan bantu itu banyak sekali. Kalau Solo saya bisa bantu 600 ribu orang, DKI Jakarta 10 juta orang. Kalau maju lagi, (Presiden Indonesia) 250 juta orang," jelasnya. 

Gibran belum berani menyatakan akan maju dalam Pilkada Solo. "Plan-nya belum bisa saya sampaikan. Bukan rahasia juga. Tapi pendaftaran dari KPU itu belum dibuka," tegas ayah Jan Ethes tersebut. 
 
Dengan ekspresi datar, pria berusia 31 tahun ini hanya merespons singkat rasa penasaran penonton yang menunggu kepastian darinya maju ke Pilkada Solo.

"Keinginan dari dulu ada. Suatu hari nanti mungkin. Kalau waktunya sudah pas. Ya, entar tahu sendirilah," tutupnya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia