Advertisement
Kemarau, TWC Galakkan Penghijauan
Penanaman pohon secara simbolis di lingkungan Candi Prambanan, Minggu (18/8 - 2019)=Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Berbagai kegiatan mengisi perayaan HUT RI ke 74 oleh BUMN. Selain program pemberian bantuan kepada masyarakat sekitar, masyarakat juga mengikuti jalan sehat di Taman Wisata Candi Prambanan, Minggu (18/7/2019).
Direktur PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edi Setiono mengatakan peringatan kemerdekaan di wilayah DIY untuk Kementrian BUMN dipusatkan di TWC. Program itu digelar oleh lima BUMN yaknibPT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk selaku penanggung jawab, bersama PT TWC (Persero) PT Bahana (Persero), dan PT Primissima (Persero) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).
Advertisement
"Kami juga menggandeng Pemprov Riau dalam pertukaran pelajar dengan Pemda DIY. Ada 30 pelajar berprestasi dari DIY dikirim ke Riau, begitu juga sebaliknya dalam Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) BUMN Hadir Untuk Negeri," kata Edi di sela-sela kegiatan Jalan Sehat di Candi Prambanan.
Selain jalan sehat yang diikuti ribuan warga sekitar, Kementerian BUMN juga melakukan penanaman pohon secara simbolis di wilayah Candi Prambanan. Hal itu dilakukan agar kawasan tersebut tetap hijau dan asri. "Vegetasi di Candi Prambanan memang masih baik. Hanya saja di musim kemarau ini kebutuhan air semakin banyak untuk pengairan taman," katanya.
Menurut Edi, selama kemarau kawasan 75 hektare tersebut harus dijaga. Terutama rumput yang mudah rusak sehingga membutuhkan perhatian khusus agar tetap hijau. Beruntung, katanya keberadaan Kali Opak di sekitar Candi Prambanan masih bisa dimanfaatkan. "Kami juga membuat sumur-sumur di sekitar lokasi. Kami juga mengoptimalkan tangki-tangki untuk menyiram vegitasi agar tetap hijau. Kemarau menjadi tantangan tersendiri untuk merawat tanam," katanya.
Dengan kegiatan tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat bisa merasakan kiprah dan kehadiran BUMN di lingkungan mereka. "Kami besok akan menggelar pasar mudah di Gunungkidul. Nilai sembako Rp100.000 hanya dibayar Rp25.000 saja. Hasil penjualan akan kami salurkan ke panti jompo dan anak yatim," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 April 2026, Lengkap Palur-Tugu
- Angin Puting Beliung Terjang Sleman, Puluhan Rumah Rusak
- Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 April 2026, Cek Lengkapnya
- Update Puting Beliung Sleman Rusak 20 Titik, Ngaglik Terparah
- Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- Kasus Daycare di Jogja, DPR Minta Dosen PTN Dinonaktifkan
Advertisement
Advertisement







