Wamenpar Minta Dieng Siap Sambut Libur Sekolah 2026
Wamenpar minta Dieng siap sambut libur sekolah 2026 dengan layanan, keselamatan, dan pengelolaan wisata berkualitas.
Rumah korban pembunuhan satu keluarga di Serang. /Suara.com-Yandhi
Harianjogja.com, SERANG-- Pembunuhan sadis terjadi di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang. Rustadi dan anaknya, Alwi tewas. Sementara istrinya, Siti Saadiah, 27, kritis.
Kepolisian Polres Serang menduga keluarga Rustadi dibantai saat tengah malam atau Selasa (13/8/2019) dini hari. Antara pukul 00.00 WIB - 05.00 WIB. Sebab pagi harinya bau busuk dan anyir menyeruak dari rumah Rustadi.
Siti Saadiah, 27, ditusuk benda tajam di bagian punggung. Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira menerangkan ketiga korban pertama diketahui tergeletak bersimbah darah oleh Asgari, 45, yang tak lain rekan kerja dari Rustadi sekira pukul 07.30 WIB.
Dari hasil keterangan, Asgari saat itu akan mengambil alat kerja yang tersimpan di dalam rumah Rustadi.
“Saat itu saksi datang ke rumah korban untuk ngambil alat untuk kerja karena korban sendiri buruh bangunan”ujar Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira di lokasi kejadian.
Saat malam kejadian Asgari sempat masuk ruangan tamu korban karena pintu tidak ditutup, setelah memindahkan barang bangunan dari dalam rumah keluar rumah, ia mengaku mencium bau anyir.
Penasaran, ia pun memasuki rumah korban kembali dan mengecek bagian kamar. Benar saja Rusdi beserta anak dan istrinya sudah dalam keadaan bersimbah darah.
“Kejadian tersebut diperkirakan pada dini hari pada jam 24.00 - 05.00 WIB,” ujar Ivan.
Ivan mengaku saat ini Satreskrim Polres Serang Kota Sedang melakukan penyelidikan motif dari pembunuhan tersebut.
“Ini lagi kita dalami apakah ini bagian perampokan atau pembunuhan. Tim identifikasi masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan keluarga korban apakah ada barang yang hilang,”katanya.
Ivan mengungkapkan kondisi korban Rustadi terdapat tiga luka tusukan di bagian kepala sedangkan Siti Sadiah pada bagian punggung.
“Anak tidak terdapat luka dari benda tajam kemungkinan anak meninggal dunia akibat benda tumpul pukulan atau bantingan. Ibunya sedang kritis saat ini sedang dilakukan penanganan oleh pihak medis. Kondisi luka tusuk dipunggung belakang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Wamenpar minta Dieng siap sambut libur sekolah 2026 dengan layanan, keselamatan, dan pengelolaan wisata berkualitas.
Ledakan stasiun gas di Ras Laffan Qatar menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya. Pemerintah pastikan bukan sabotase.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Munas NU 2026 bahas pengelolaan tambang. PBNU tetapkan aset 100% milik organisasi dan tekankan tata kelola berkelanjutan.
Sebanyak 12 tim dari 12 kota bersaing di MLSC All-Stars 2026 Kudus, ajang pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia.
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.