Panitia Kurban Kehilangan Ibu Jari karena Terpotong Mesin Pemotong Tulang

Ngatono, 53, panitia kurban Idul Adha 1440 Hijriyah Masjid Daman, Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Solo, mengecek mesin pemotong tulang yang membuat ibu jari Safrudin, 56, putus, Minggu (11/8/2019) siang. - JIBI/Solopos/Kurniawan
11 Agustus 2019 19:17 WIB Kurniawan News Share :

Harian.com, SOLO -- Seorang petugas pemotongan hewan kurban kehilangan ibu jari tangan kirinya akibat terkena mesin pemotong tulang.

Kejadian tragis itu dialami oleh Safrudin, 56, di Masjid Daman, Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Kota Solo, Minggu (11/8/2019) siang. Akibat kejadian itu, Safrudin dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Solo untuk mendapat perawatan medis.

Panitia pemotongan hewan kurban Masjid Daman, Ngatono, 53, mengatakan ibu jari tangan kiri Safrudin putus total.

“Pak Safrudin sempat mencari ibu jari tangannya yang putus sesaat setelah kejadian. Tapi oleh teman-teman beliau langsung diantar ke [RS] Kasih Ibu untuk dirawat,” ujar dia.

Ngatono menjelaskan insiden putusnya ibu jari tangan kiri Safrudin terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, setelah salat zuhur. Saat itu korban sedang mengajari rekannya, Yusron, sesama panitia pemotongan hewan kurban Masjid Daman.

Tapi saat mengajari Yusron terjadi insiden yang tersebut. “Beliau sudah mengeluh capai sehingga akan digantikan Yusron. Tapi saat mengajari proses pemotongan tulang menggunakan mesin pemotongan itu insiden terjadi,” kata dia.

Ngatono menjelaskan korban sebenarnya sudah lama ambil bagian dalam kegiatan masjid termasuk pemotongan hewan kurban. Tapi kebanyakan proses pemotongan tulang dilakukan dia secara manual menggunakan kapan dan kayu.

Baru dua tahun terakhir pemotongan tulang menggunakan mesin pemotong bertenaga listrik inventaris masjid. “Pak Safrudin itu sudah sejak muda aktif dalam kegiatan masjid termasuk pemotongan hewan kurban,” urai dia.

Sumber : JIBI/Solopos