Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebabnya
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Ilustrasi truk terguling.-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, PADANG--Sebuah truk tangki yang sedang diangkut truk untuk dievakuasi setelah mengalami kecelakaan tunggal beberapa hari lalu, menimpa sebuah minibus yang sedang melintas dari arah Kota Padang di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sehingga menimbulkan empat korban jiwa.
"Kejadiannya sekitar pukul 00.00 Wib dini hari tadi," kata Kasat Lantas Polres Padang Pariaman Iptu Yuliadi di Parit Malintang, Rabu (7/8/2019).
Truk tersebut dibawa dengan truk trado oleh pemiliknya untuk dievakuasi sementara di daerah 2x11 Kayu Tanam agar tidak menghambat lalu lintas jalan setelah kecelakaan. Namun sekitar ratusan meter berjalan ke arah Padang, truk trado yang membawa truk naas tersebut rebah ke kanan, dimana saat bersamaan sebuah minibus dari arah Padang melintas.
Akibat peristiwa tersebut minibus ringsek tak berbentuk menyebabkan empat penumpangnya tewas, korban dibawa ke rumah duka di Bukittinggi. Selain korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan empat korban luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit di Padangpanjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.