Prabowo Bahas Haji 2026, SDM hingga Mineral Kritis di Hambalang
Prabowo menerima laporan haji 2026 dan membahas penguatan SDM, teknologi, serta pengembangan mineral kritis di Hambalang.
Mahasiswa LSPR sedang belajar jarak jauh dengan dosen./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung.
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat, Muhammad Budi Djatmiko menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah melalui berbagai upaya.
Pada tahun 1950 ada kursus melalu surat bagi guru, tahun 1952 dilanjutkan berbasis radio, tahun 1980 upgrading untuk pendidikan D2 dan pendidikan akta empat, dan paling fenomenal tahun 1984 dengan dibukanya Universitas Terbuka.
“Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar, menengah,” jelasnya.
Budi menjelaskan bahwa peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan jarak jauh mutlak terbuka lebar.
“Semangat otonomi daerah memberikan angin segar terhadap pelaksanaan program pendidikan jarak jauh. Melalui program pendidikan jarak jauh segi kualitas dari sumber daya manusia dapat ditingkatkan, apalagi yang menyangkut kemampuan didaktik, metodik dan paedogogik masih perlu banyak belajar, karena selama menjalani pendidikan di sekolah menengah tidak pernah mendapatkan materi tersebut,” urai Budi.

Budi memaparkan bahwa era digital sekarang ini memiliki keunggulan 5M (Mudah, Murah, Masal, Minat, dan Mandiri) yang saat ini menjadi tren dalam pendidikan, pelatihan atau program keahlian yang ditawarkan banyak perguruan tinggi di negara-negara maju.
Kemasan pendidikan yang ditawarkan pada prinsipnya adalah mampu menghasilkan kompetensi keahlian, dengan mempertimbangkan beberapa faktor:
Ada beberapa keuntungan dan tantangan dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh.
Pendidikan Jarak Jauh yang bersifat terbuka, belajar mandiri, daya jangkau luas lintas ruang, waktu dan sosioekonomi, serta tidak membatasi usia menjadi keuntungan tersendiri tatkala diterapkan di Indonesia.
Namun, ada juga permasalahan-permalahan yang menjadi tantangan bangsa Indonesia dalam memanfaatkan dan mengimplemtasikannya.
“Beberapa tantangannya adalah minimnya akses dan infrastruktur jaringan telekomunikasi di daerah terpencil, mahalnya harga koneksi internet, rendahnya keterampilan teknologi informasi dan komunikasi masyarakat Indonesia dan masih minimnya lembaga pendidikan yang menerapkan PJJ,” pungkas Budi.’
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Prabowo menerima laporan haji 2026 dan membahas penguatan SDM, teknologi, serta pengembangan mineral kritis di Hambalang.
Polresta Jogja memastikan dugaan pelecehan terhadap wisatawan di Titik Nol Kilometer tidak terbukti setelah pemeriksaan CCTV bersama korban.
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026, tapi juga pembalap paling sering jatuh dengan 16 kali crash.
Kiper Cape Verde Vozinha menjadi sorotan setelah tampil gemilang melawan Argentina. Berstatus bebas transfer, ia kini dikaitkan dengan Inter Miami dan klub Bras
Sebanyak 12 objek bersejarah di Gunungkidul direkomendasikan menjadi cagar budaya baru, mulai dari Gua Jepang, GKJ Wonosari hingga koleksi Wayang Menak.
Ford, Klarna, Salesforce, dan IBM mulai merekrut kembali karyawan setelah menyadari AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia.