Advertisement
Pendidikan Jarak Jauh, Ini Keuntungannya..
Mahasiswa LSPR sedang belajar jarak jauh dengan dosen. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pendidikan jarak jauh (PJJ) merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung.
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat, Muhammad Budi Djatmiko menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah melalui berbagai upaya.
Advertisement
Pada tahun 1950 ada kursus melalu surat bagi guru, tahun 1952 dilanjutkan berbasis radio, tahun 1980 upgrading untuk pendidikan D2 dan pendidikan akta empat, dan paling fenomenal tahun 1984 dengan dibukanya Universitas Terbuka.
“Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar, menengah,” jelasnya.
BACA JUGA
Budi menjelaskan bahwa peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan jarak jauh mutlak terbuka lebar.
“Semangat otonomi daerah memberikan angin segar terhadap pelaksanaan program pendidikan jarak jauh. Melalui program pendidikan jarak jauh segi kualitas dari sumber daya manusia dapat ditingkatkan, apalagi yang menyangkut kemampuan didaktik, metodik dan paedogogik masih perlu banyak belajar, karena selama menjalani pendidikan di sekolah menengah tidak pernah mendapatkan materi tersebut,” urai Budi.

Budi memaparkan bahwa era digital sekarang ini memiliki keunggulan 5M (Mudah, Murah, Masal, Minat, dan Mandiri) yang saat ini menjadi tren dalam pendidikan, pelatihan atau program keahlian yang ditawarkan banyak perguruan tinggi di negara-negara maju.
Kemasan pendidikan yang ditawarkan pada prinsipnya adalah mampu menghasilkan kompetensi keahlian, dengan mempertimbangkan beberapa faktor:
- Mudah diakses secara online
- Murah dalam biaya
- Massal, tidak ada pembatasan peserta,
- Minat terhadap pelatihan sangat ditentukan oleh kompetensi yang spesifik dan menjawab kebutuhan pasar kerja
- Mampu meningkatkan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan.
Ada beberapa keuntungan dan tantangan dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh.
Pendidikan Jarak Jauh yang bersifat terbuka, belajar mandiri, daya jangkau luas lintas ruang, waktu dan sosioekonomi, serta tidak membatasi usia menjadi keuntungan tersendiri tatkala diterapkan di Indonesia.
Namun, ada juga permasalahan-permalahan yang menjadi tantangan bangsa Indonesia dalam memanfaatkan dan mengimplemtasikannya.
“Beberapa tantangannya adalah minimnya akses dan infrastruktur jaringan telekomunikasi di daerah terpencil, mahalnya harga koneksi internet, rendahnya keterampilan teknologi informasi dan komunikasi masyarakat Indonesia dan masih minimnya lembaga pendidikan yang menerapkan PJJ,” pungkas Budi.’
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- OTT KPK 2026: Bupati Cilacap Ditangkap, Operasi ke-9 Tahun Ini
- Jadwal Buka Puasa Jogja 13 Maret 2026: Magrib 17.56 WIB
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakpus Diselidiki Polisi
- Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
Advertisement
Advertisement







