Tol Solo-Jogja Akan Menggusur 6 Hektare Lahan Pembenihan Padi di Boyolali

Seorang pekerja mengoperasikan traktor di lahan pembenihan padi Banyudono, Boyolali, Senin (29/7/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
30 Juli 2019 10:37 WIB Akhmad Ludiyanto News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI -- Lahan pembenihan padi seluas enam hektare (ha) di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Boyolali, bakal terkena dampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Sebagaimana diketahui, Desa Kuwiran menjadi salah satu akses tol Solo-Jogja. Di Kuwiran akan dibangun simpang di jalan Solo-Semarang kawasan barat Mapolsek Banyudono.

Di kawasan ini terdapat 6 ha lahan pembenihan padi milik Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Banyudono di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Lima hektare berada di sisi selatan dan 1 ha berada di sisi utara Jalan Solo-Semarang.

Koordinator KBTPH Banyudono, Suwarto, mengatakan hasil panen padi pada kedua lahan ini diolah menjadi benih padi untuk menyuplai kebutuhan benih petani rakyat di Banyudono dan sekitarnya serta perusahaan pertanian.

“Lahan pembenihan ini kalau panen menghasilkan sekitar lima hingga ton gabah basah per hektare yang kemudian dikeringkan menjadi benih sekitar empat ton per hektare. Biasanya benih dibeli masyarakat Banyudono dan sekitarnya, bahkan sampai ke Colomadu,” ujarnya saat ditemui JIBI/Solopos di lahan tersebut, Senin (29/7/2019).

Jika lahan ini sebagian atau semuanya terkena proyek tol Solo-Jogja, produksi benih KBTPH Banyudono akan berkurang atau malah tidak ada sama sekali. Soal lahan pengganti atau rencana relokasi, Suwarto mengatakan sampai saat ini belum mengetahui.

Dia mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi dari atasannya mengenai rencana pembangunan tol yang akan mengenai lahan tersebut. “Sampai sekarang belum ada pemberitahuan dari atasan kami yang berkantor di Solo. Jadi, apakah nanti ada relokasi atau lahan pengganti kami tidak tahu. Kami di sini kan hanya koordinator yang ikut kebijakan atasan. Bahkan sosialisasi mengenai jalan tol pun kami belum tahu,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, sekitar 80 ha lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di wilayah Boyolali akan terkena dampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Sementara itu, total lahan Boyolali yang akan terkena dampak pembangunan jalan bebas hambatan itu sekitar 119 ha.

Di Boyolali, proyek akan melintasi sembilan desa di dua kecamatan yakni Banyudono dan Sawit. Di Banyudono, jalan tol akan melintasi wilayah desa Banyudono, Batan, Kuwiran, Sambon, dan Jembungan. Sedangkan di Kecamatan Sawit akan melintasi Guwokajen, Bendosari, Jatirejo, dan Kateguhan.

Sumber : JIBI/Solopos