Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019)./Antara-Fauzi Lamboka.
Harianjogja.com, KUPANG- Politikus Partai Nasdem Surya Paloh disebut telah berkali-kali melakukan manuver politik terkait pencapresan maupuan pemilihan gubernur.
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang, mengatakan, manuver politik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik kepada calon presiden.
"Bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik, sebelum partai lain memberi dukungan. Nasdem selalu mengawalinya," kata Ahmad Atang kepada Antara di Kupang, Jumat (26/7/2019).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan wacana yang dibangun oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, yang akan mendukung Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden tahun 2024-2029.
Menurut Ahmad Atang, Surya Paloh mempunyai kalkulasi politik yang matang dan bukan tanpa alasan.
"Melihat dinamika ke depan, Anies Baswedan merupakan salah satu figur yang patut diperhitungkan untuk bersaing dengan figur lain, maka Nasdem menawarkan kendaraan buat Anis," ujarnya.
"Dan bagi saya, manuver politik Surya Paloh bukan baru sekarang dalam memberikan dukungan politik," ucapnya, menjelaskan.
Sebut saja dukungan Nasdem kepada Joko Widodo menjadi Capres 2014, dukungan Nasdem terhadap Ahok sebagai Gubernur DKI dilakukan oleh Surya Paloh.
Namun, di tengah soliditas partai koalisi 01, setelah mengantarkan Jokowi menang pilpres sehingga koalisi jangka panjang menuju 2024 masih diharapkan format yang sama, maka manuver Surya Paloh dapat dilihat sebagai bola salju yang terus menggelinding yang bisa saja mengancam soliditas koalisi atau justru menguntungkan.
Sungguh pun begitu, partai besar seperti PDIP, Golkar dan PKB belum tentu seirama dengan Nasdem untuk mengusung Anies.
"Walaupun saat ini belum muncul figur dari partai tersebut di atas tidak berarti bahwa tawaran Nasdem akan mulus karena partai besar tidak mau didikte oleh Nasdem soal penetapan capres," tegasnya.
Suatu hal yang pasti menurut Ahmad Atang bahwa PDIP sebagai pemenang pemilu masih cukup kuat untuk menentukan poros politik pilpres mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar peredaran permen yang mengandung narkotika golongan I jenis delta-9-tetrahydrocann
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Eugene Panji meninggal dunia di usia 52 tahun. PB PARFI mengenang sutradara berbakat itu lewat karya film, video musik, dan kiprah sosialnya.
Harga pangan 26 Agustus 2026, cabai rawit merah Rp64.100 per kg dan telur ayam Rp28.800 berdasarkan data PIHPS Nasional.
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.