Golkar Memanas, Pengamanan Kantor DPP Ditambah

Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memberikan pidato politiknya saat Kampanye Akbar Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019). - Antara/Muhammad Adimajaama
17 Juli 2019 18:07 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dewan Pimpinan Partai Golkar memperketat pengamanan kantor di wilayah Jakarta Barat.  Politikus Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno atau biasa disapa Dave Laksono mengungkapkan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan massa di kantor DPP partai beringin itu.

"Ini pengamanan yang ada hanya untuk menjaga aset Partai Golkar. Jangan sampai ada kericuhan karena kami khawatirkan ada sekelompok orang yang tidak puas dengan kebijakan DPD Provinsinya," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya dari informasi yang diterima oleh DPP Partai Golkar, akan ada perwakilan Golkar di daerah tingkat II yang akan menemui pengurus DPP untuk membahas tentang kebijakan di DPD tingkat I.

Tidak disebutkan daerah mana yang akan menuju ke DPP. Kendati demikian belum lama ini 10 Ketua DPD tingkat II di Maluku disebut-sebut telah diberhentikan secara serentak. Pun begitu, Dave menyebut pihaknya khawatir akan ada aksi anarkis dari pihak luar yang memanfaatkan situasi ini.

"Dikhawatirkan jangan sampai ada provokasi dari pihak luar. Kalau daerah ingin sampaikan aspirasinya ke pusat, silakan. [akan tetapi] Takutnya ada pihak yang memprovokasi dan memperkeruh [suasana]," ujarnya.

Dewan Pimpinan Pusat Golkar belum lama ini mengajukan bantuan pengamanan kantor tersebut kepada Polres Metro Jakarta Barat. Berdasarkan surat yang diterima Bisnis, DPP Golkar meminta pengamanan 24 jam di komplek kantor Sekretariat DPP Partai Golkar di Jalan Anggek Nelly Murni XI A, Slipi Jakarta Barat.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Korbid Kepartaian Ibnu Munzir dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus itu, meminta aparat kepolisian mengerahkan 1 SSR atau satuan setingkat regu dengan jumlah 10 orang di kantor tersebut.

Menurut Dave, pengamanan ini masih belum diketahui akan berlangsung berapa lama. Pihaknya masih melihat situasi di lapangan terkait pengamanan tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia