Saran Pakar, Ini yang Perlu Dilakukan Elite Politik Seusai Pertemuan Jokowi-Prabowo

Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto berpelukan usai memberikan pernyataan pers saat menggelar pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). - Suara.com/Arief Hermawan P
16 Juli 2019 06:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Usai pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, para elit politik diharapkan dapat merangkul kembali masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini.

“Yang perlu dijaga para elit di sekitar mereka, adalah bagaimana kemudian semua pihak dapat mendinginkan suasana dan merangkul kembali masyarakat yang terbelah dan terkooptasi akibat pilpres,” jelas Titi di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Titi, jika pun masih banyak masyarakat yang merasa kecewa usai pilpres, itu hanya persoalan waktu yang memerlukan kebijaksanaan dari para elit dan tidak kemudian terus memprovokasi dan memanas-manasi suasana.

“Mungkin ada sebagian masyarakat memerlukan waktu untuk melakukan rekonsiliasi sosial,” ujarnya.

Titi mengatakan pertemuan dua tokoh nasional itu merupakan pendidikan politik yang sangat kuat.

“Perbedaan pandangan, pilihan dan aspirasi politik yang terjadi pada proses pemilu, tidak harus diikuti oleh perselisihan atau permusuhan politik,” kata Titi.

Sebelumnya presiden terpilih Joko Widodo naik MRT dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dari stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019)

Keduanya bertemu dan berjabatan tangan pada sekitar pukul 10.00 WIB. Prabowo Subianto sudah tiba di stasiun MRT Lebal Bulus pada pukul 09.50 WIB disusul Presiden Joko Widodo pada sekitar pukul 10.00 WIB

Keduanya berpelukan dan melambaikan tangan dan selanjutnya naik ke peron kereta.

Sumber : Antara