Jokowi Akan Bentuk Lembaga Ini untuk Mengelola Bakat Orang Indonesia

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kedua kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kedua kanan) bersama Ibu Iriana Joko Widodo (kiri) dan Ibu Wury Estu Handayani (kanan) menyapa pendukung sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). - Antara/Hafidz Mubarak A
15 Juli 2019 06:17 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, BOGORĀ - Joko Widodo (Jokowi) akan membentuk lembaga khusus untuk mengatur talenta-talenta Indonesia. Rencana tersebut diungkapkannya saat menyampaikan Visi Indonesia di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019).

Jokowi menyebut lembaga Manajemen Talenta Indonesia akan dibentuk untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Hal itu hendak dilakukan untuk mempercepat pembangunan Indonesia.

"Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Pembentukan lembaga Manajemen Talenta Indonesia merupakan salah satu turunan dari visi Jokowi yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jokowi berjanji akan memberikan prioritas pada pembangunan SDM di periode kedua pemerintahannya.

Dia percaya pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia agar maju. Selain membentuk lembaga Manajemen Talenta Indonesia, Jokowi juga menekankan pentingnya jaminan kesehatan bagi ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak usia sekolah.

"Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ," katanya.

"Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia