Mendiang Sutopo di Mata Rekan Kuliah: Penular Energi Positif

Sutopo Purwo Nugroho - Ist/Twitter @Sutopo_PN
08 Juli 2019 20:32 WIB Uli Febriarni News Share :

Harianjogja,com, JOGJA-Mendiang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho (alm) dikenal rekan kuliahnya sebagai mahasiswa yang lulus cepat dan semangat dalam meneliti.

Wakil Dekan 1 Fakultas Geografi UGM Andri Kurniawan mengungkapkan kala masih menempuh pendidikan di bangku kuliah, Andri yang merupakan teman satu angkatan dengan Sutopo berada di prodi yang berbeda. Bila pada 1989, prodi tempat Andri menimba ilmu adalah Perencanaan Pengembangan Wilayah, Sutopo berada di Prodi Geografi Lingkungan. Sutopo adalah orang yang memiliki fokus besar pada hidrologi kala itu.

Kendati demikian, Sutopo dan Andri berada dalam organisasi yang sama, yaitu BEM Fakultas Geografi UGM. Sutopo mendapat amanah menjadi Kepala Departemen Penalaran dan kerap mengikuti kompetisi karya ilmiah bersama Andri.

"Ia kerap ikut kompetisi seperti pimnas, kami pernah satu tim dan bersama-sama memenangkan kompetisi. Saya lupa juara berapa, tetapi itu tingkat nasional," kata Andri, di ruangannya, Senin (8/7).

Andri mengungkapkan Sutopo tak banyak ikut organisasi di masa kuliah, karena ingin segera lulus, agar tak menyulitkan orang tua dalam membiayai.

Saat masih menjadi mahasiswa, Andri kerap belajar bersama dan main ke indekos Sutopo. Keberadaan Sutopo digambarkan sebagai orang yang suka menularkan semangat kepada teman-temannya saat beraktivitas.

 

"Karena dia semangat, jadi teman-teman ikut semangat. Sutopo itu semangat sekali kalau meneliti di lapangan, kan dia itu spesialis di hidrologi, kalau sedang ukur-ukur debit air itu semangat sekali dia," jelas Andri, yang kala ditemui baru tiba sepulang melayat alamarhum Sutopo di Boyolali.

Satu hal yang masih Andri ingat tentang Sutopo, dia pernah menyatakan ingin sekali menjadi dosen dan profesor. Kini, walaupun belum kesampaian menjadi profesor, Sutopo telah menjadi seorang peneliti dengan level APU yang setara dengan seorang profesor dalam jabatan akademis.

Menurut Andri, tak hanya memiliki komitmen dalam meneliti. Sutopo adalah orang yang royal memberikan rezekinya untuk bersedekah. Walaupun ia membutuhkan uang banyak untuk berobat menyembuhkan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya, Sutopo ikut menjadi penyumbang biaya pembangunan masjid di Fakultas Geografi, bahkan dalam nominal yang cukup besar.

Cerita Andri lainnya yang semakin menegaskan karakter Sutopo adalah kenangan kala menghadiri reuni di UGM. Sutopo yang hadir tak menunjukkan kondisi tubuhnya yang sudah didera kanker paru-paru. Ia hadir seperti biasa, bercanda. Di waktu berbeda, seingat Andri, penggemar solois Raisa Adriana itu sempat memberikan nasihat lewat grup percakapan Whatsapp, agar anggota grup juga menggunakan grup untuk berbagi informasi bermanfaat.

"Orangnya itu bersemangat, kalau punya komitmen terhadap apapun sampai tuntas. Dia juga supel, suka bergaul, dan bergurau," kata dia.

Dekan Fakultas Geografi Prof. Aris Marfa'i mengungkapkan Sutopo adalah sosok alumnus yang tangguh dan peduli dengan almamater. Beberapa kali bersedia datang untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa dalam berbagai forum, meskipun almarhum sedang menahan sakit.

"Suatu kali dengan terpaksa WA ke saya, mohon izin tidak bisa ikut tampil ketoprak bareng di fakultas dalam rangka dies. Saat itu bersamaan dengan jadwal pengobatan di rumah sakit," kata Aris, lewat pesan singkat.