Advertisement
PKS dan Gerindra Jadi Oposisi, Pengamat Politik Ramalkan Ini di 2024
Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. - Suara.com/Muhamad Yasir
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat politik memprediksi kemungkinan Partai Gerindra dan PKS menjadi oposisi pemerintah.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, pilihan oposisi PKS dan Gerindra merupakan cara kedua partai tersebut menjaga 68 juta suara yang memilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
Advertisement
"Gerindra dan PKS enggak usah mau menerima jabatan (menteri) itu. Karena mestinya Gerindra pertama dia harus maintenance 68 juta itu ya, dia menjadi aspirasi, penyambung lidah 68 juta, sekitar 44 persen, itu cukup besar," kata Pangi saat berbincang Okezone-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (6/7/2019).
Pangi menilai, PKS dan Gerindra merupakan koalisi sekutu yang berpotensi akan menjadi pemenang Pemilu 2024. Selain itu, kedua partai tersebut juga berpeluang besar memenangkan Pilpres 2024.
"Gerindra dan PKS nanti bisa mengantarkan presiden baru atau bisa leading menjadi partai pemenang pemilu dengan syarat mampu membangun oposisi, peran yang dimainkan itu maksimal," terangnya.
Ia menerangkan bahwa peran oposisi lebih cendrung bisa memainkan emosional masyarakat lantaran kerap berpihak kepada rakyat dengan mengkritisi jalannya pemerintahan.
"Kalau kemudian peran-peran yang dimainkan maksimal, oposisinya piawai dan mahir membaca sentimen, apa yang dibutuhkan, ada yang dikehendaki masyarakat, bisa mewakili perasaan rakyat, itu kemudian oposisi akan memenangkan kekuasaan," ujarnya.
"Nah sejauh yang saya cermati, kekuatan oposisi tidak mampu memenangkan kekuasaan karena tidak mampu menjadi penyambung lidah yang peran-peran yang dimainkan. 10 tahun Gerindra beroposisi ini harus menjadi evaluasi. Berbeda dengan PDIP, 10 tahun beroposisi, beliau bisa memenangkan kekuasaan," bebernya.
Menurut Pagi, pihak oposisi akan selalu diuntungkan bila citra pemerintah menjadi jelek karena adanya kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
"Di saat itulah momentum emas bagi partai untuk mendulang insentif elektoral, yaitu elektabilitas partai, dan syukur-syukur bisa mengantarkan calon presidennya untuk menang," imbuhnya.
Pagi menambahkan, Gerindra akan menjadi partai paling diuntungkan bila memilih jalan politio oposisi dari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf karena mempunyai sosok Prabowo Subianto sebagai capres dan ketua umum partai.
"Ketika oposisi tidak mainkan peran maksimal, maka ketenaran tetap menang, citra pemerintah tetap positif, maka ada peluang kemungkinan juga PDIP memenangkan kekuasaan tiga kali berturut-turut," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
Advertisement
Carik Bohol Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Kalurahan
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- 27 Lurah Gunungkidul Wajib Lapor LHKPN, Tujuh Belum Serahkan
- Kecelakaan Sragen-Solo, Remaja 16 Tahun Tewas Ditabrak Truk
- Prabowo Tegur Laporan Palsu BUMN, Soroti 200 Anak Perusahaan
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Penipuan Raket Padel Rp300 Juta, Wanita Jakbar Jadi Korban
- Tol Jogja-Solo Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional Lebaran 2026
- 7,2 Juta SPT Pajak 2025 Sudah Masuk, DJP Kejar Target 8,5 Juta
Advertisement
Advertisement







