Perampok Beraksi di Kantor Disdik Boyolali, 2 Penjaga Disekap

Kondisi ruangan-ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali setelah diobrak-abrik kawanan perampok, Selasa (2/7 - 2019). (Istimewa)
02 Juli 2019 10:57 WIB Akhmad Ludiyanto News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI--Kawanan perampok menyatroni Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Selasa (2/7/2019). Mereka juga menyekap dua penjaga malam kantor tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan peristiwa itu diperkirakan terjadi pukul 03.00 WIB. Saat itu sekawanan perampok datang dan menyekap dua penjaga malam yang bertugas pagi itu dengan cara mengikat tangan dan mulut dengan lakban.

Kabid SMP Disdikbud Boyolali, Lasno saat dihubungi Solopos.com mengatakan, setelah berhasil membuat tak berdaya petugas keamanan itu, diperkirakan kawanan tersebut masuk ke ruang-ruang di kantor yang berada di kompleks terpadu perkantoran Pemkab Boyolali tersebut untuk mencari sesuatu.

“Setelah mengikat tangan dan mulut penjaga dengan lakban, mereka masuk ke ruang-ruang kantor dan mengobrak-abrik yang ada di situ, termasuk Ruang Keuangan dan ruangan saya ikut juga diobrak-abrik,” ujarnya.

 Kondisi ruangan-ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali setelah diobrak-abrik kawanan perampok, Selasa (2/7/2019). (Istimewa)
 

Namun diduga para perampok ini tidak menemukan barang yang mereka cari sehingga kemudian kabur meninggalkan kantor dan para penjaga yang masih dalam keadaan terikat.

Kedua penjaga diketahui kali pertama oleh Kabid Kebudayaan Budi Prasetyaningsih. “Bu Budi Prasetyaningsih kebetulan ada acara ke luar kota, sehingga datang ke kantor pagi-pagi untuk absensi dulu. Dia mendengar ada suara teriakan orang terbungkam, lalu dia cari ternyata dua orang yang dibekap. Kemudian dia memberitahu Pak Kepala [Kepala Disdikbud Darmanto]” imbuh Lasno.

Sementara itu, hingga sekitar pukul 08.30 WIB pihak Disdikbud masih melakukan inventarisasi barang. “Sementara ini belum ada yang diketahui hilang. Hanya server CCTV yang mereka bawa,” ujarnya.

Polisi dari Polres Boyolali masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Sumber : Solopos.com