Advertisement
Saksi Kubu Prabowo Ungkap Kecurangan di Sidang MK, Tetangga Malah Ungkap Informasi Mengejutkan
Nur Latifah - Youtube
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Cuitan mengejutkan datang dari seorang warganet yang mengaku tetangga salah satu saksi kubu capres Prabowo Subianto di sidang MK.
Nur Latifah, saksi Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam persidangan mengakui, mendapatkan intimidasi dari tetangganya seusai merekam aksi nakal anggota KPPS mencoblos 15 surat suara di TPS.
Advertisement
Nur Latifah memberikan kesaksian mengenai kecurangan yang terjadi dalam sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 di hadapan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6/2019) malam.
Nur Latifah yang merupakan warga Dusun Winongsari, Karangjati, Boyolali mengakui mendapat ancaman pembunuhan setelah merekam kecurangan yang terjadi di TPS 08 Winongsari.
Kesaksian Nur Latifah ini disayangkan oleh seorang warganet dengan akun Twitter @taa_gus.
Akun yang mengakui sebagai tetangga Nur Latifa mengetahui secara persis apa yang terjadi saat Pemilu 2019 berlangsung.
Awalnya, akun tersebut menyebut bahwa semua kesaksian Nur Latifah di sidang mulai dari merekam kecurangan hingga mendapatkan ancaman pembunuhan adalah kebenaran. Namun, ada fakta lain yang ditutupi oleh Nur Latifah.
"Pertama, aku salut. Angkat topi untukmu. Ku bersaksi, yang kau katakan semua di hadapan majelis itu benar. Dari tentang kesepakatan warga para pihak yang dicobloskan, kau rekam Komri yang nyoblos 15-an suara, kau disidang, kau diteror. Semua benar," kata akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Kamis (20/6/2019).
Akun tersebut mengakui kecewa saat Nur Latifah menyerahkan rekaman kecurangan ke tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi. Ia menilai Nur Latifah telah dimanfaatkan oleh BPN Prabowo - Sandi.
Pasalnya, seusai heboh rekaman kecurangan hingga ancaman pembunuhan, KPU setempat memutuskan untuk melakukan pemilihan ulang di TPS 08 Winongsari.
"Artinya apa? Andaipun pencoblosan di TPS mu itu dianggap curang, faktanya pencoblosan ulang telah dilakukan. Maka dengan sendirinya kecurangan pun musnah," ungkap akun tersebut.
Akun tersebut mengungkap fakta lain yang mengejutkan. Pada pemilihan awal Prabowo - Sandi memperoleh 6 suara. Sementara saat pemilihan ulang Prabowo - Sandi hanya memperoleh 1 suara saja.
"Bila saat pencoblosan 'curang' itu Prabowo dapat suara 6. Maka setelah dilakukan pencoblosan ulang, Prabowo hanya dapat 1!! Maka aku hampir terkencing-kencing tadi ketika dengar kuasa hukum kubumu menggarisbawahi perubahan suara dari 6 jadi 1 seolah-olah KPU curang," papar akun tersebut.
Cuitan akun tersebut menjadi sorotan warganet. Banyak warganet yang menyampaikan terima kasih lantaran sudah mengungkap fakta sebenarnya di balik kesaksian Nur Latifah.
Artinya apa? Andaipun pencoblosan di TPS mu itu dianggap curang, faktanya pencoblosan ulang telah dilakukan. Maka dgn sendirinya kecurangan pun musnah.
— gus_taa (@taa_gus) June 19, 2019
Dan kau tentu tahu hasilnya kan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Anggaran Bantul Dipangkas, Program Prioritas Jadi Fokus
- Haji 2026 Sleman Aman, 1.650 Jemaah Siap Berangkat
- Selat Hormuz Berpotensi Dibuka, Harga BBM Bisa Turun?
- Houthi Serang Israel, Harga BBM RI Terancam Naik
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Senin 30 Maret 2026
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 30 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







