KPK Tahan 7 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
Pengunjung beraktivitas di salah satu sudut Stadion Utama Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta, seusai menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Islandia di Jakarta, Minggu (14/1). Stadion yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo ini diterangi lampu berkekuatan 3.500 lux./JIBI-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JAKARTA--Sejak dibangun gelanggang olahraga bertaraf internasional menjelang Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962, Senayan menjadi satu kawasan penting di Jakarta.
Sarana berolahraga tersebut bernama Gelanggang Olahraga (Gelora) Soekarno, yang dibangun pada awal 1960-an atas bantuan Pemerintah Uni Soviet pada era Perdana Menteri Nikita Sergeiwitsj Kruschev.
Nama Senayan, satu kelurahan yang termasuk Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, semakin terkenal setelah di kawasan tersebut dibangun Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat (MPR/DPR).
Mengapa daerah itu diberi nama Senayan? Zaenuddin HM, menjelaskan dalam buku karyanya berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.
Nama Senayan berasal dari keadaan wilayahnya pada masa lampau. Pada peta yang diterbitkan Topographische Bureau, Batavia pada 1902, kawasan Senayan masih ditulis Wangsanajan, atau Wangsanayan menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Kata Wangsanayan berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik seseorang yang bernama Wangsanayan.
Sebutan Wangsanayan lambat laun berubah, karena masyarakat lebih mudah melafalkan atau mengucapkannya dengan kata Senayan.
Wangsanayan diyakini sebagai seseorang yang berasal dari Bali, berpangkat Letnan, yang lahir sekitar 1680-an, yang kemudian tinggal di Batavia.
Jadi, asal muasal nama Senayan sebetulnya dari nama orang tersebut hingga kini menjadi salah satu kawasan yang sangat terkenal di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
KPK menahan tujuh tersangka dugaan korupsi proyek jalan di Sumut periode 2023–2025. Komitmen fee diduga mencapai 4% untuk pejabat tertentu.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.
Indonesian Dance Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, menghadirkan pertunjukan tari, lokakarya, diskusi, dan kolaborasi internasional.