Pabrik Sandal Porto Karanganyar Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Miliar
Kebakaran pabrik sandal PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar padam setelah enam jam. Kerugian ditaksir Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.
Penderita epilepsi ditemukan meninggal di parit wilayah Baki, Sukoharjo, Selasa (8/6/2019) sore. (Solopos/Indah Septiyaning W.)
Harianjogja.com, SUKOHARJO -- Warga Bentakan, Baki, Sukoharjo, geger setelah ada informasi mayat seorang pria ditemukan di parit, Selasa (8/6/2019).
Mayat tersebut teridentifikasi bernama Pardi, 60, warga RT 001/RW 004 Bentakan, Baki. Pardi yang menderita epilepsi diduga jatuh ke parit saat penyakitnya itu kambuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, mayat Pardi kali pertama ditemukan warga setempat bernama Maryono yang tengah membuang sampah tak jauh dari lokasi.
Karena kaget, Maryono melaporkan kejadian itu ke warga lainnya. Jasad Pardi ditemukan dalam kondisi tengkurap di parit sawah. Dari dahinya keluar darah merah segar diduga terbentur batu di parit.
Sontak penemuan mayat tersebut menggemparkan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat mayat itu. Akhirnya warga melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian setempat.
Aparat Polsek Baki tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi jasad Pardi untuk diautopsi. Kepala Desa Bentakan, Edy Padmo Putra, mengatakan Pardi yang merupakan warga Tinggen, Bentakan diketahui menderita penyakit epilepsi dan diduga kambuh sehingga jatuh ke dalam parit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Kebakaran pabrik sandal PT Porto Indonesia Sejahtera di Karanganyar padam setelah enam jam. Kerugian ditaksir Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.