Advertisement
Mayat Pria Tanpa Busana Terapung di Sungai Boyolali
Petugas membawa jenazah Rendi Armanda, 14, ke mobil ambulans di Dukuh Garen, Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Boyolali, Selasa (18/6/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI -- Mayat pria tanpa busana ditemukan terapung di sungai wilayah Dukuh Garen, Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Boyolali, Selasa (18/6/2019). Temuan itu hanya berselang sehari setelah peristiwa serupa di wilayah Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Saat itu, mayat seorang pria juga ditemukan terapung di sungai setempat.
Di Gombang, mayat remaja pria yang diketahui bernama Rendi Armanda, 14, ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB. Mayat tanpa busana itu ditemukan dalam posisi tengkurap di permukaan air. Sungai tersebut diapit tebing setinggi sekitar 4 meter.
Advertisement
Warga yang melihat mayat itu langsung melapor ke Polsek Sawit. Sementara itu, warga lain yang menduga mayat tersebut adalah warga setempat menghubungi keluarganya.
Beberapa saat kemudian, tim Polsek Sawit, Inafis Polres Boyolali, tim medis Puskesmas Sawit mendatangi lokasi dan memeriksa jasad korban serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA JUGA
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Namun kondisi jasad sudah membengkak dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari yang lalu.
Kapolsek Sawit AKP Joko Widodo mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan berdasarkan keterangan warga setempat, Rendi Armanda tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Diduga Rendi yang mengelami keterbelakangan mental ini terjatuh saat akan mandi.
“Korban adalah orang sini. Dia memang mengalami keterbelakangan mental. Diperkirakan dia jatuh ketika mau mandi. Di pinggir sungai dekat lokasi juga ditemukan baju korban yang diduga dilepas saat mau mandi,” ujarnya didampingi Kanitreskrim Polsek Sawit Ipda Lanjar di lokasi.
Sementara itu, keluarga mengakui korban adalah Rendi. “Iya dia Rendi. Dia memang agak terbelakang dan sekolah di SLB. Dia asal Kalimantan dan sejak kecil dirawat anak saya, Ahmad Nurhadi. Rendi juga punya riwayat penyakit epilepsi,” ujar Partini, 70.
Rendi menghilang dari rumah sejak Selasa (11/6/2019) dan keluarga sudah melaporkan hal itu ke Mapolsek Sawit. Sementara itu, jenazah Rendi dibawa ke rumah sakit untuk dibersihkan sebelum dimakamkan di permakaman umum setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BPJS Kesehatan Sinergi dengan Pemda DIY Pastikan Layanan JKN Merata
- Tarif Tunggal Diterapkan di Merak-Bakauheni demi Kelancaran Mudik 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru Hari Jumat 13 Maret 2026
- Mensos: Status Desil Bansos Tak Bisa Dimanipulasi, Awas Penipuan
- Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah DIY, Jumat 13 Maret 2026
- Negara Luar Rebutan Pupuk Urea Indonesia, Pemerintah Bidik Ekspor
- Hari Raya Nyepi 2026: Bandara Ngurah Rai Berhenti Tutup 24 Jam
Advertisement
Advertisement




