Duh! Meski Belum Mapan, Rerata Gen Z Utang Pinjol Rp5,1 Juta
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019)./Antara-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA — Rencana Joko Widodo untuk menunjuk pemuda usia 20-an tahun hingga 30-an tahun sebagai menteri dianggap memberi harapan bagi kaum muda.
Juru Bicara Milenial TKN Jokowi-Ma\'ruf Garda Maharsi menjelaskan rencana ini berawal dari kebutuhan pemerintah atas akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan peningkatan daya saing bangsa di kancah internasional lewat berbagai lembaga, utamanya kementerian.
"Untuk itu sosok menteri kan harus diisi yang punya kompetensi buat dukung percepatan yang dimaui Presiden. Makanya butuh menteri yang kompetensinya eksekutor, problem solver, inovasinya meledak-ledak. Itu semua kan adanya di anak muda. Jadi rencana itu bagus," ungkapnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (12/6/2019).
"Menteri dari unsur anak muda kan pasti punya fitur inovatif dan berpikir out of the box. Jadi untuk memimpin Kementerian, [tujuannya] supaya bisa ngebut selesaikan target," ucap politikus muda PDI Perjuangan ini.
Menurut Garda sebagai anak muda, rencana Jokowi ini sanggup menjadi contoh sikap politik yang keren. Sebab, mempercayakan seorang anak kemarin sore untuk memimpin suatu kementerian, walaupun memiliki kompetensi, bukanlah suatu pilihan yang mudah bagi seorang Kepala Negara.
"Karena menteri itu hak prerogatif presiden, kita percaya saja sama beliau. Presiden pasti punya pertimbangan matang soal siapa sosoknya. Urusan kita adalah memastikan bahwa sosok yang akan dipilih itu memenuhi kompetensi yang dibutuhkan," ujar pria yang sehari-hari bertanggung jawab sebagai Kepala Sekretariat Posko Cemara TKN Jokowi-Ma\'ruf ini.
"Maka, anak muda seperti kita-kita harus semangat lah, karena presiden saja kasih kepercayaan. Bisa saja nanti menteri dari kader partai yang masih muda. Bisa aja intelektual muda. Bisa aja tokoh professional. Semua yang nanti akhirnya dipilih pasti menunjukkan performa yang menjanjikan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.