95 Orang Tewas Akibat Pembantaian di Mali, Perempuan dan Anak-Anak Tak Ada Yang Selamat

Ilustrasi jenazah. - Antara/Ardiansyah
11 Juni 2019 09:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Aksi kekerasan terjadi di sebuah desa etnis Dogon di Mali, Senin (10/6/2019) malam. Akibatnya, 95 orang tewas dalam insiden tersebut.

Sedangkan sebanyak sembilan belas lainnya dinyatakan hilang sejak kelompok pria bersenjata tak dikenal menyerang desa Sobane-Kou di wilayah Mopti dini hari kemarin, menurut pemerintah Mali dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (11/6/2019).

"Orang-orang bersenjata, yang dicurigai sebagai teroris, melancarkan serangan mematikan ke desa yang damai ini," menurut pernyataan itu.

Para penyerang juga membunuh hewan dan membakar rumah pendudu. Penyelidikan atas kasus itu sedang dilakukan.

Sumber keamanan Mali di lokasi pembantaian itu mengatakan, "Desa Dogon telah hampir musnah."

Seorang yang selamat yang menyebut namanya sebagai Amadou Togo mengatakan sekitar 50 pria bersenjata lengkap tiba dengan sepeda motor dan pickup.

"Mereka pertama-tama mengepung desa dan kemudian menyerang, siapa pun yang mencoba melarikan diri terbunuh," kata Togo.

Bahkan beberapa orang dipotong lehernya dan tidak ada yang selamat termasuk wanita dan anak-anak serta orang tua.

Hingga kini tidak ada klaim yang mengaku bertanggung jawab ata serangan itu. Tetapi ketegangan telah meningkat sejak seorang milisi etnik Dogon dituduh melakukan pembantaian di sebuah desa etnis Fulani pada bulan Maret.

Nicolas Haque dari al Jazeera, melaporkan dari Dakar bahwa pasukan Mali telah dikerahkan ke desa itu dan berusaha untuk mengamankan daerah tersebut untuk memastikan tidak ada lagi serangan yang terjadi di desa-desa di dekatnya.

Sumber : bisnis.com