Advertisement
Arus Balik, Pemudik Memilih Kereta Api Favorit
Calon penumpang menunggu kereta api di stasiun Pasar Senen Jakarta. Kereta Api masih jadi favorit transportasi arus balik lebaran 2019 - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, MOJOKERTO — Polda Metro Jaya mengungkap data bahwa Arus Balik H+2 Lebaran 2019 yang kebanyakan menampung jumlah pemudik kembali ke Jakarta, memperlihatkan bahwa lebih banyak pemudik cenderung memilih kereta api.
"Berbanding hari ke-9 Operasi Ketupat Jaya tahun 2018, kedatangan melalui stasiun kereta api semuanya meningkat," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada Bisnis, Jumat (7/6/2019).
Advertisement
Di antaranya Kedatangan ke Stasiun Gambir meningkat 1505 persen dari sebelumnya 1.120 penumpang pada Arus Balik Lebaran 2018 menjadi 17.980 penumpang pada Arus Balik Lebaran 2019.
Selain itu, kedatangan ke Stasiun Pasar Senen meningkat 952 persen dari sebelumnya 1.932 penumpang pada 2018 menjadi 20.319 penumpang pada 2019. Serta kedatangan Stasiun Pasar Senen meningkat 1039 persen dari sebelumnya 1.932 penumpang pada 2018 menjadi 20.319 penumpang pada 2019.
Hal ini justru berbeda jauh dengan data arus pemudik melalui Terminal Bus yang cenderung lesu. Terminal Kampung Rambutan yang sebelumnya mampu menerima 6.325 penumpang, kini harus rela turun 37 persen.
Sedangkan, Terminal Pulo Gebang yang sebelumnya mampu menerima 6.325 penumpang, turun 94 persen. Terakhir, untuk Terminal Kalideres, masih berada di kisaran 817 penumpang seperti tahun sebelumnya, hanya naik 1 persen.
Sedangkan untuk data unit kendaraan pribadi roda empat via tol menuju Jakarta, data mwnunjukkan tidak ada peningkatan atau penurunan berarti, walaupun memang tidak bisa digeneralisir bahwa semua yang lewat merupakan pemudik.
Misalnya di pintu tol Cililitan, kendaraan masuk yang sebelumnya 40.110 Unit pada 2018, kini naik 4 persen. Di pintu tol Cikunir, kendaraan masuk yang sebelumnya 21.892 Unit pun naik 42 persen.
Sedangkan di pintu tol Tomang, tercatat kendaraan masuk yang sebelumnya 34.938 Unit pada 2018, kini harus turun 65 persen. Lain lagi dengan Cikampek Utama, di mana kendaraan masuk yang sebelumnya 34.090 Unit, kini turun 31 persen.
"Walaupun menurun, tapi tadi masih terjadi kepadatan pagi pukul 09.30 sampai 14.50 WIB disebabkan dampak dari contra flow di KM 37 sampai dengan KM 62 dan akibat pertemuan tiga penjuru arus lalu lintas dari Jati Asih, Cawang dan Cakung," ungkap Argo.
Sementara itu, Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 Bisnis Indonesia tengah menyusuri Pulau Jawa dari arah timur, demi kembali memberikan informasi Arus Balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Trans Jawa dan Jalur Pantai Utara (Pantura).
Tim Jelajah Jawa Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jadwal lengkap KRL Jogja Solo Minggu 5 April 2026, tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








