Gubernur Janji Bangunkan Rumah Warga yang Dibakar Akibat Kerusuhan Buton

Puluhan rumah masih dalam kondisi terbakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). - Ist/Antara.
07 Juni 2019 22:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KENDARI--Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, memastikan akan membangun kembali rumah-rumah warga yang terbakar akibat bentrok antara desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo di Kabupaten Buton.

Plt Kadis Kominfo Sultra, Saefullah saat mendampingi gubernur yang dihubungi dari Kendari, Jumat, mengatakan gubernur Ali Mazi telah mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI-Polri untuk mendata secara pasti jumlah rumah yang terbakar akibat bentrokan.

"Kami akan mengirim tim, membangun kembali rumah yang rusak. Kami kebetulan ada bantuan untuk pembangunan rumah di desa-desa," jelas Ali Mazi dikutip Antara Jumat (6/7/2019).

Ali Mazi mengatakan masyarakat tak perlu khawatir soal tempat tinggal, dirinya sebagai Gubernur Sultra mengaku bertanggung jawab.

"Warga tidak perlu ragu dan khawatir yang tidak ada tempat tinggal. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab akan segera merealisasikan pembangunan rumah-rumah yang sudah terbakar," tegas Ali Mazi.

Ia mengimbau kepada masyarakat Desa Sampuabalo dan Gunung Jaya agar menjaga situasi, harmonisasi, dan keamanan. Apalagi, saat ini masih momen Lebaran Idul fitri.

"Saatnya kita saling maaf-memaafkan. Ini saatnya membangun kampung kita menjadi kampung yang maju. Janganlah masalah-masalah kecil menjadi besar," ujarnya.

Gubernur yang telah menjabat selama dua periode ini juga mengimbau kepada warga desa-desa tetangga di Buton agar tidak terprovokasi dan memperkeruh suasana.

"Saya berharap desa-desa tetangga agar menjaga situasi, tidak memperkeruh keadaan. Ini kampung milik kita, jangan kita terprovokasi dengan orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, ada dua warga meninggal dunia akibat bentrok, dan puluhan lainnya luka luka.

Ada sekitar 87 rumah, satu mobil pikap, dan satu motor ikut dibakar massa. Sekitar 600 warga di dua desa yang terlibat bentrok juga mengungsi.

Sumber : Antara