BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 15-18 Oktober
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Kol. Inf. Muhamad Aidi/Antara
Harianjogja.com, JAYAPURA—Empat warga sipli di Distrik Fayit, Papua, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penyerangan oleh calon anggota legislatif (caleg) di Kantor Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (27/5/2019). JK, caleg tersebut kecewa karena gagal duduk di DPRD Asmat dan kemudian berbuat onar.
Kapendam XVII Cenderawasih Kol. Inf. Muhamad Aidi mengakui insiden yang menyebabkan empat warga sipil meninggal akibat luka tembak.
Dia mengatakan peristiwa itu berawal saat JK bersama pendukungnya mendatangi kantor distrik dan melakukan perusakan karena kecewa gagal duduk di DPRD Asmat.
Anggota Koramil Fayit yang berada di dekat kantor distrik berupaya membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, peringatan itu tidak diindahkan. Massa bahkan balik menyerang anggota Koramil Fayit sehingga tembakan kembali dikeluarkan.
Akibatnya lima orang mengalami luka tembak, empat di antara mereka meninggal. Saat ini jenazah keempat warga sipil yakni Xaverius Sai, 40, Nilolaus Tupa, 38, Matias Amunep, 16, dan Fredrikus Inepi, 35, masih berada di Fayit.
Adapun Jhon Tatai, 25, yang mengalami luka tembak di bagian siku tangan kanan dan kiri sudah dievakuasi ke RSUD Asmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB dan meminta seluruh pihak yang terlibat ditindak sesuai hukum.
Sekitar 30 hektare sawah di Tirtohargo, Bantul, terdampak genangan akibat aliran Sungai Opak tersumbat. DKPP berkoordinasi untuk mengatasinya.
Wacana pembagian HP gratis sebagai bansos dikritik ekonom. Kebijakan itu dinilai berisiko membebani APBN dan tidak menyasar akar masalah.
Rektor IPB Alim Setiawan Slamet mendatangi Istana Kepresidenan di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.
Kemenkes mencatat 1,6 juta orang dicurigai mengalami gangguan penglihatan dari 34 juta peserta pemeriksaan mata program CKG.