Serangan di Gereja Yordania Tewaskan 7 Orang, 27 Terluka
Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung.
Kol. Inf. Muhamad Aidi/Antara
Harianjogja.com, JAYAPURA—Empat warga sipli di Distrik Fayit, Papua, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penyerangan oleh calon anggota legislatif (caleg) di Kantor Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (27/5/2019). JK, caleg tersebut kecewa karena gagal duduk di DPRD Asmat dan kemudian berbuat onar.
Kapendam XVII Cenderawasih Kol. Inf. Muhamad Aidi mengakui insiden yang menyebabkan empat warga sipil meninggal akibat luka tembak.
Dia mengatakan peristiwa itu berawal saat JK bersama pendukungnya mendatangi kantor distrik dan melakukan perusakan karena kecewa gagal duduk di DPRD Asmat.
Anggota Koramil Fayit yang berada di dekat kantor distrik berupaya membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, peringatan itu tidak diindahkan. Massa bahkan balik menyerang anggota Koramil Fayit sehingga tembakan kembali dikeluarkan.
Akibatnya lima orang mengalami luka tembak, empat di antara mereka meninggal. Saat ini jenazah keempat warga sipil yakni Xaverius Sai, 40, Nilolaus Tupa, 38, Matias Amunep, 16, dan Fredrikus Inepi, 35, masih berada di Fayit.
Adapun Jhon Tatai, 25, yang mengalami luka tembak di bagian siku tangan kanan dan kiri sudah dievakuasi ke RSUD Asmat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung.
Lazio membidik kemenangan keempat beruntun saat menjamu Parma di Serie A. Gattuso mengincar puncak, sedangkan Gilardino memburu poin.
Monako menempati peringkat pertama Nomad Lifestyle Index 2026 dengan skor 73,89, mengungguli Andorra dan Uni Emirat Arab.
Jisoo BLACKPINK merilis teaser ADDICTED. Single digital terbaru ini dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026.
Karang Taruna Nasional mendorong restorasi mata air di Bantul untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan masyarakat saat kemarau.
Cahya Supriadi menyebut cleansheet pertama PSIM musim ini tidak mudah diraih. Guntur Cahyo menilai pertahanan tim cukup kokoh.