BLT Kesra Rp900 Ribu Belum Cair? Ini Penyebab dan Cara Cek
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Tiga ulama yang akan dieksekusi pemerintah Arab Saudi. (Istimewa)
Harianjogja.com, JEDDAH - Sejumlah ulama di Arab Saudi dikabarkan bakal dieksekusi dalam waktu dekat lantaran diduga terlibat terorisme.
Arab Saudi dilaporkan berencana untuk mengeksekusi tiga ulama Sunni setelah bulan Ramadan berakhir. Laporan Middle East Eye melaporkan bahwa ketiga ulama itu akan dieksekusi atas tuduhan keterlibatan dalam terorisme.
Ketiga pria akan dieksekusi adalah Wad al-Qarni, seorang pengkhotbah, akademisi, dan penulis Sunni; Ali al-Omari, seorang penyiar populer; dan Sheikh Salman al-Odah. Ketiga pria yang semuanya digambarkan sebagai ulama “moderat” itu ditangkap pada September 2017 bersama 20 ulama lainnya dalam tindakan keras pemerintah terhadap para pembangkang.
Laporan Middle East Eye yang dilansir Sputnik, Kamis (23/5/2019) mencatat bahwa Al-Odah sejauh ini merupakan yang paling terkenal dari ketiga ulama tersebut, dengan 13,4 juta pengikut di Twitter yang menelurkan tagar seperti #freesalmanalodah dan "Salman al-Odah bukan teroris" setelah penangkapannya. Stasiun TV-nya, "For Youth," juga memiliki banyak pengikut.
Al-Odah dituntut dengan 37 tuduhan terorisme karena mengkritik pemerintah, sebuah langkah yang mulai diberlakukan oleh Arab Saudi pada 2014. Dia juga dituduh berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam Sunni yang moderat menurut standar Wahhabisme, sekte Muslim ultra-konservatif resmi Arab Saudi.
Seorang sumber mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Riyadh pada awalnya berhati-hati untuk mengejar eksekusi bagi para ulama itu. Tetapi "ketika mereka menemukan ada sangat sedikit reaksi internasional, terutama di tingkat pemerintahan dan kepala negara, mereka memutuskan untuk melanjutkan" eksekusi tersebut. "Eksekusi itu, jika mereka melanjutkan, akan sangat serius, dan dapat menghadirkan titik kritis yang berbahaya," kata anggota keluarga salah satu tertuduh kepada Middle East Eye.
Sumber itu juga mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi berharap untuk mengambil keuntungan dari ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, untuk meminimalkan dampak dan reaksi internasional dari eksekusi tersebut. "Mereka terdorong untuk melakukannya, terutama dengan ketegangan di Teluk saat ini.
Bulan lalu, Arab Saudi mengeksekusi 37 orang, sebagian besar aktivis Syiah, atas tuduhan terorisme, memancung dan menyalibkan mayat mereka. Menurut kelompok hak asasi manusia Reprieve, sejauh ini Kerajaan telah mengeksekusi 105 orang pada 2019, dengan 44 di antaranya warga negara asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
BLT Kesra tahap 3 Rp900.000 belum masuk rekening? Simak penyebab, syarat pencairan, dan cara cek status penerima melalui Cek Bansos.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.