Kemenkes Soroti Adiksi Digital, Orang Tua Diminta Batasi Gawai Anak
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Piramida di Mesir/20thcenturymagazine
Harianjogja.com, JAKARTA - Ledakan mengenai satu bus pariwisata dan melukai 12 orang di dekat museum baru yang dibangun di dekat Piramid Giza di Mesir pada Minggu (19/5).
Menurut sumber keamanan setempat sebagaimana dilaporkan Reuters, sebagian besar orang yang cedera adalah wisatawan asing. Korban adalah warga negara Afrika Selatan.
Tak ada laporan mengenai korban tewas. Seorang saksi mata, Mohamed El-Mandouh, mengatakan ia mendengar suara ledakan yang sangat keras saat ia duduk di dalam kendaraan di dekat lokasi ledakan.
Gambar yang disiarkan di media sosial memperlihatkan satu bus dengan sebagian kaca jendelanya pecah atau retak, dan puing di jalan di dekat satu tembok bangunan yang terdapat lubang.
Pada Desember, tiga wisatawan Vietnam dan seorang pemandu wisata yang berkebangsaan Mesir dan tak kurang dari 10 orang lagi cedera, ketika satu bom pinggir jalan meledak di dekat bus mereka kurang dari empat kilometer dari Piramid Giza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.