Dua Instalasi Minyak Diserang Drone, Arab Saudi Waspadai Al-Houthi

Kilang Minyak - Bloomberg
15 Mei 2019 08:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, RIYADH — Teror terjadi di negara Arab Saudi. Pesawat tanpa awak yang dilengkapi senjata dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi pada Selasa (14/5/2019).

Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan serangan tersebut ditujukan ke dua stasiun pemompa minyak untuk pipa saluran timur-barat, yang menyalurkan minyak Arab Saudi dari Provinsi Timur ke Pelabuhan Yanbu.

Menurut Al-Falih, di dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Resmi Arab Saudi, SPA, serangan tersebut telah menimbulkan kebakaran pada satu stasiun pompa, yang akhirnya bisa dikendalikan.

Pada Selasa pagi, stasiun televisi Al-Masirah, corong kelompok milisi Syiah Yaman, Al-Houthi, mengatakan gerilyawan telah melancarkan serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi, tapi tidak memberi perincian.

SPA mengatakan Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi, menghentikan operasi pipa saluran itu sebagai langkah pencegahan setelah serangan tersebut.

Pada Senin (13/5/2019), Arab Saudi mengatakan dua kapal tangker minyaknya menghadapi serangan sabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab, sehari setelah UAE menyatakan empat kapal komersialnya telah menjadi sasaran serangan sabotase di lepas pantai Kota Pelabuhan Fujairah.

“Sabotase dan aksi terorisme paling akhir di Teluk dengan sasaran instalasi penting tidak hanya ditujukan kepada Kerajaan [Arab Saudi] tapi juga kepada keamanan pasokan minyak dunia dan ekonomi global,” kata Al-Falih, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu, sebagaimana dilansir Antara.

“Serangan itu sekali lagi membuktikan bahwa penting buat kita untuk menghadapi kesatuan teroris, termasuk milisi Al-Houthi di Yaman, yang didukung Iran,” lanjutnya.

Sumber : Antara