Advertisement
Pilpres Usai, PBNU Imbau Umat Muslim Hentikan Permusuhan
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Usai berlangsungnya Pilpres 2019, pada Rabu, 17 April 2019 lalu, masyarakat Indonesia terpecah-pecah menjadi dua kubu. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada seluruh umat muslim di Tanah Air untuk menghentikan rasa permusuhan tersebut.
"Mari kita kembali terhadap prinsip-prinsip agama Islam," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dalam acara Multaqo Ulama, Habaib, Cendekiawan Muslim Untuk Kemaslahatan Bangsa di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (3/5/2019).
Advertisement
Menurut dia, di dalam Islam itu ada ajaran-ajaran kehidupan yang selalu dipegang teguh umat muslim, yaitu mengajarkan untuk terus menyambung silaturahmi, saling memaafkan dan bertoleransi. "Islam melarang kebencian, dendam, bermusuhan yang berkepanjangan," kata dia.
Said menjelaskan, setiap umat muslim itu dilarang menyimpan dendam dengan orang lain dan berujung kepada tidak saling menyapa. Kata dia, maksimalnya mereka itu harus kembali berbaikan dalam waktu tiga hari. "Bahkan tidak memyapa dan saling diam selama tiga hari itu sudah dikutuk oleh malaikat," kata Said.
BACA JUGA
Multaqo atau pertemuan alim ulama ini diinisiasi ulama sepuh KH Maimun Zubair dan Habib Lutfi bin Yahya yang dihadiri 1.500 orang peserta dari para ulama sepuh, berbagai ormas, para habaib, para cendekiawan muslim.
Selain ceramah dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, TGB Turmudi Badarudin, KH Anwar Iskandar, dan ulama lain juga ikut mengisi acara ini. Seperti Habib Salim Jindan, Nasaruddin Umar, Maskuri Abdulillah, dan KH Masdar F Mas'udi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
Advertisement
Anggaran Rehab SMP Sleman 2026 Turun Drastis, Pemkab Andalkan Pusat
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- DEN Didorong Percepat Swasembada Energi dan Transisi Kelistrikan
- DPR RI Desak Penghentian Kasus Kejar Jambret Hogi Minaya di Sleman
- Dinsos Bantul Biayai Rehabilitasi Korban NAPZA
- Profil Delapan Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Napoli vs Chelsea Liga Champions 2025/2026: The Blues Diunggulkan
- Motor Tabrakan dengan Truk di Gamping Sleman, Satu Pengendara MD
Advertisement
Advertisement




