Adu Banteng Dua Truk di Sragen, Tiga Orang Terluka
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Fadli Zon./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ihwal kemenangan Jokowi di Pilpres serta adanya daerah garis keras memantik komentar negatif ari politikus Gerindra Fadli Zon.
Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menilai omongan Mahfud MD semakin bodoh, tak bermutu dan asal bicara alias ngawur. Hal itu disampaikan Fadli Zon karena dalam sebuah rekaman video di Twitter, Mahfud MD menyatakan kemenangan Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019 sulit dibantah.
Video durasi 1.20 menit itu komentari Fadli Zon dari netizen lain di Twitter, Minggu (28/4/2019) pagi. Di video itu, Mahfud MD mengingatkan jika elit politik sudah harus rekonsiliasi karena Jokowi diakuinya sudah menang mengalahkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
"Kemarin itu sudah agak panas, dan pembelahannya sekarang kalau melihat sebaran kemenangan yah mengingatkan kita menjadi lebih sadar segera rekonsiliasi karena sekarang ini kemenangan Pak jokowi yah menang. Dan mungkin sulit dibalik kemenangannya," kata Mahfud MD dalam video tersebut.
Mahfud MD pun menyatakan Jokowi kalah di provinsi garis keras dari sisi agama. Provinsi-provinsi itu adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Selatan. Di provinsi yang disebutkan Mahfud MD itu, Prabowo menang.
"Kalau dilihat kemenangannya di provinsi yang agak panas pak jokowi kalah. dan itu diidentifikasi kemenangan pak prabowo dulunya di anggap sebagai provinsi garis keras yah dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumbar, Aceh dan sebagainya, Sulsel juga. Sehingga rekonsiliasi ini penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu. Karena bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini akan maju kalau bersatu," kata Mahfud MD.
Atas dasar itu, Fadli Zon pun berkicau di Twitternya, @FadliZon jika ucapan Mahfud MD semakin bodoh.
"Omongan @mohmahfudmd semakin bodoh tak bermutu dan sudah keluar jalur dan sangat ngawur," kata Fadli Zon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.