Advertisement
Ma'ruf Amin Berharap Pemilu Mendatang Tidak Terlalu Melelahkan untuk Petugas
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin melakukan orasi pada Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf Amin di Lapangan Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemungutan suara Pemilu 2019 menimbulkan banyak korban jiwa dari petugas yang kelelahan. Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin setuju dengan rencana pemberian penghargaan kepada petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia.
"Saya kira itu sesuatu yang memang kita sangat prihatin karena banyak korban [petugas KPPS meninggal] mungkin itu karena faktor kelelahan," kata Ma'ruf usai menghadiri Tasyakuran Sukses Pilpres di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Jogja, Rabu (24/4/2019).
Advertisement
"Yang pertama saya setuju kepada mereka [petugas KPPS yang meninggal] diberi penghargaan, diberikan juga santunan atas upaya kerja mereka," kata mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Cawapres pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo itu lantas berpendapat bahwa sistem Pemilu serentak 2019 yang bersamaan memilih lima surat suara dalam satu waktu itu dipertimbangkan apabila diterapkan pada pesta demokrasi selanjutnya.
BACA JUGA
"Mungkin sistemnya itu harus perlu dipertimbangkan, karena kerja serentak dengan memilih lima pilihan, untuk menyiapkan segalanya itu mungkin terlalu lelah, sehingga perlu dievaluasi sistemnya," katanya.
Meski demikian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu mengatakan, apabila terpaksanya mendatang tetap digelar pemilu serentak, harapannya tidak terlalu melelahkan maupun menjadi kerja berat bagi petugas penyelenggara tingkat TPS itu.
"Yang penting itu supaya tidak terlalu melelahkan, keinginan serentak tapi tidak melelahkan, itu perlu dirundingkan, perlu dibicarakan ulang supaya tidak banyak korban karena kelelahan," katanya.
"[Kalau lima pemilihan] itu untuk menandatangani saja sudah melelahkan, berapa surat kali sekian itu memang melelahkan. Bisa juga nanti [pileg dan pilpres dipisah] kita lihat mana yang harus kita pakai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tetap Optimal di Libur Lebaran 2026
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Warteg Gratis Alfamart 2026 Jangkau Lebih Banyak Penerima Manfaat
- Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Mobil Parkir Prawirotaman
- Unisa Siapkan Laboratorium Stem Cell, Target Beroperasi 2026
- Kapal Terbalik di Bintan, 9 ABK KM Makmur Jaya Ditemukan Selamat
- Ketua Pengprov KBI Jatim Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Atlet
Advertisement
Advertisement








