Advertisement
Jurnalis Asing Sebut Prabowo akan Menggembosi Lawan Politiknya, Pengamat: Prabowo Tidak Ceroboh
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). - ANTARA/Moch Asim
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Seorang jurnalis independen asal AS, Allan Nairn, membuat sebuah pemberitaan tentang manuver calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto jika terpilih menjadi presiden. Strategi manuver itu disampaikan dalam rapat tertutup.
Dalam laporan berisi notulensi rapat tersebut, tercatat bahwa Prabowo menggelar rapat tertutup di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, pada 21 Desember 2018 pukul 21.00-23.15 WIB. Rapat itu disebut berisi strategi Prabowo melemahkan lawan-lawan politiknya serta menggembosi pendukungnya yang berafiliasi dengan kelompok radikal.
Advertisement
Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menilai bahwa notulensi tersebut patut diragukan, sebab laporan pertemuan sepenting itu kecil kemungkinan untuk bocor.
"Prabowo dan para peserta seperti yang disebutkan adalah orang-orang yang tahu tentang prinsip intelijen, jadi tidak akan seceroboh ini," jelasnya kepada Bisnis, Senin (15/4/2019).
BACA JUGA
Riyanta melanjutkan jika pertemuan dan dokumen tersebut benar adanya, maka pembocoran dari dalam dapat dinilai sebagai sebuah pengkhianatan.
"Ketiga, terkait apakah rapat dan dokumen tersebut benar? Informasi intelijen itu bukan suatu bukti tetapi petunjuk. Apakah petunjuk ini benar? Hanya orang-orang yang disebut dalam dokumen tersebut yang tahu," tambahnya.
Oleh karena itu, isi laporan bertajuk Notulensi Rapat Tertutup Prabowo Subianto dan Tim yang masih abu-abu tersebut dinilai sebaiknya dianggap sebagai petunjuk kewaspadaan. Terlebih, konsekuensi politik dari konflik akibat laporan tersebut dipandang tidak bisa disepelekan.
"Saya kira, biarkan demokrasi ini berjalan dengan natural dan kesampingkan isu-isu yang belum jelas buktinya. Walaupun informasi yang ada tetap diperhatikan sebagai petunjuk," ucap Riyanta.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membantah adanya rapat seperti yang diungkap Allan. Meski demikian, dirinya mengakui bahwa Allan memang pernah mewawancarainya.
"Rapat enggak ada, bohong si Allan dia pake data laporan intelejen dari badan intelijen outsourcing. Laporan intelijen yang dihasilkan dari agen intelijen palsu dengan data palsu," tegasnya ketika dikonfirmasi.
Allan pertama kali menyampaikan laporan tersebut lewat akun Twitter resminya @AllanNairn14 pada Senin (15/4/2019), yang menyatakan bahwa Prabowo merencanakan penangkapan massal lawan-lawan politik, sekutu Islam, mencabut gugatan Freeport-McMoRan, berjanji pada AS untuk "menghancurkan" FPI, HTI, PKS, juga Demokrat, dan mengembalikan Angkatan Darat seperti zaman "Orde Baru".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement








