Advertisement
CEK FAKTA : Prabowo Sebut Banyak Aset WNI di Luar Negeri, Ini Data Ditjen Pajak
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba di lokasi debat putaran terakhir jelang Pemilihan Presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). - JIBI/Felix Jody Kinarwand
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebelum debat terakhir, Sabtu (13/4/2019) malam, calon Presiden (Capres) nomor urut 2 sempat menyinggung soal aset-aset milik WNI yang banyak tersimpan di luar negeri.
Dalam penelusuran, baru-baru ini Ditjen Pajak mengungkapkan telah mengidentifikasi sekitar Rp1.300 triliun dalam bentuk aset keuangan yang terparkir di luar negeri. Identifikasi tersebut merupakan hasil pelaksanaan pertukaran informasi secara otomatis atau Autimatic Exchange of Information atau (AEoI).
Advertisement
Hanya saja, jumlah tersebut diperkirakan masih sebagian kecil dari aset WNI yang berada di luar negeri. Apalagi, pemerintah pada 2016 lalu, tepatnya saat membahas UU Tax Amnesty, pernah menyebut aset WNI di luar negeri sebesar Rp11.000 triliun.
Tetapi, tak perlu muluk-muluk membandingkannya dengan data Rp11.000 triliun, perbandingan antara realisasi deklarasi harta dengan acuan yang selama ini digunakan pemerintah yakni data dari McKinsey saja masih belum ada setengahnya.
BACA JUGA
Seperti diketahui, McKinsey mengestimasi jumlah harta yang berada di luar negeri senilai US$250 miliar atau Rp3.250 triliun. Artinya jika dibandingkan dengan realisasi deklarasi harta yang senilai Rp1.036,76, jumlah itu hanya 31,9% dari potensi WP yang berada di luar negeri.
Dari total deklarasi harta luar negeri tersebut, jumlah data keuangan dalam bentuk harta kas atau setara kas milik nasabah Indonesia hanya Rp307,1 triliun atau 29,6%. Namun demikian, jika dibandingkan dengan total aset milik WP, setidaknya dari data kajian McKinsey, total deklarasi harta dalam bentuk kas dan setara kas kurang dari 10%.
Angka ini semakin timpang, jika perbandingannya menggunakan data hasil repatriasi saat pengampunan pajak yang berakhir kurang lebih dua tahun lalu. Total nilai komitmen repatriasi dalam bentuk kas dan setara kas tercatat senilai Rp86,1 triliun atau hanya 0,02% dari total potensi menurut lembaga tersebut.
Dengan estimasi tersebut, aset WNI di luar negeri masih banyak di luar negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








