Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Sejumlah anggota tim pengawasan orang asing kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Magelang berfoto bersama seusai pengukuhan Tim Pora Magelang, Selasa (9/4/2019). (Antara-Heru Suyitno)
Harianjogja.com, MAGELANG--Kemenkumham mulai awasi warga negara asing yang meliput di wilayah Jawa Tengah khususnya Magelang dan sekitarnya selama Pemilu 2019.
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah Ramli H.S. mengukuhkan tim pengawasan orang asing kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (9/4/2019). "Hal ini yang harus kita waspadai. Oleh karena itu kita harus bersinergi dalam melakukan pengawasan, bukan hanya semata-mata imigrasi tetapi semua pihak, apakah itu dari kepolisian maupun kementerian terkait," katanya,
Ia menyampaikan hal tersebut usai pengukuhan tim pengawasan orang asing kabupaten dan 21 kecamatan se-Kabupaten Magelang. "Kalau memang teman-teman dari kepolisian menemukan ada indikasi bahwa itu orang tidak benar, nanti akan bersama petugas imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Sejauh mana keberadaan legalitas kegiatannya itu, apakah sesuai dengan perizinan yang dimiliki, kalau memang tidak sesuai nanti akan dilakukan penindakan," katanya.
Ia menuturkan dalam penindakan nanti petugas imigrasi yang akan melakukan pemeriksaan secara detail substansi hukum mana yang dilanggar. "Hal ini terhadap kegiatan antisipasi tentang masuknya pewarta asing ke wilayah kita. Kalau mereka sekadar melakukan peliputan seperti teman-teman ini saya rasa tidak ada masalah," katanya,
Namun, kalau peliputan itu ada muatan atau bahkan melakukan provokasi, hal ini yang harus diwaspadai, jangan sampai ketenangan pesta demokrasi ini terganggu karena masuknya unsur-unsur yang tidak bertanggung jawab, khususnya dari unsur asing. Selain pewarta asing, katanya yang perlu diwaspadai adalah keberadaan imigran ilegal yang ada di wilayah masing-masing.
"Kita bersyukur untuk di Jateng ini imigran tidak terlalu banyak, ada 110 orang yang dikurung di wisma community house, ada dari Afganistan dan Somalia. Mereka di bawah pengawasan imigrasi di suatu tempat, tidak mungkin mereka berkeliaran," katanya.
Ia menuturkan keberadaan imigran ini harus diwaspadai, jangan sampai mereka melakukan penghasutan. Kalau mereka akan memilih tentu kelihatan, mereka orang asing, petugas bisa menanyakan legalitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Solopos.com
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.