Advertisement
TKN: Survei Lembaga Asal AS yang Menangkan Prabowo Aneh
Kampanye Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, Kota Jogja, Senin (8/4/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil survei lembaga Precision Public Policy Polling (PPPP) asal Amerika Serikat yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 dianggap aneh oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Juru Bicara Milenial TKN Syafril Nazirudin mengatakan survei PPPP mengandung anomali karena berbeda dengan mayoritas hasil survei. Menurut dia, sebagian besar lembaga survei menyatakan mayoritas masyarakat puas dengan pemerintahan Jokowi di periode pertama.
"Kemudian tingkat elektabilitas yang memenangkan Prabowo merupakan hal yang menyesatkan. Saya lebih percaya kepada lembaga-lembaga yang memiliki kredibilitas dan reputasinya jelas," tutur Syafril kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Selasa (9/4/2019).
Menurut Direktur Operasi PPPP Djokovic Martinez, dari hasil survei lembaganya, responden cenderung memilih penantang petahana yakni Prabowo. Ada 58% responden menyatakan Indonesia dikelola secara buruk oleh pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.
Survei itu juga menyebut 54% resonden menginginkan presiden baru. Responden yang masih menginginkan Jokowi kembali menjadi jadi presiden sebesar 37%, sementara 9 % responden tidak memberikan jawaban.
Survei PPPP disebut dilakukan kepada warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2019. Wawancara dilakukan 22 Maret-4 April 2019 dengan jumlah responden 3.032 dari 800.091 TPS di 499 kabupaten / kota di 34 provinsi.
Responden dipilih acak dan dilakukan melalui telepon menggunakan profesional- staf peneliti survei terlatih (agen langsung) dari pusat panggilan telepon PPPP di Jakarta. Adapun margin of error sebanyak +/- 1,78% pada tingkat kepercayaan 95%.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak
Advertisement
Advertisement







