Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Jateng, Anton Lami Suhadi (paling kiri), saat jumpa pers di Kantor DPD Golkar Jateng, Jl. Kiai Saleh, Semarang, Senin (8/4/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)
Harianjogja.com, SEMARANG--Petinggi Partai Golkar memberhentikan Triana Widodo dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Wonosobo karena mengalihkan dukungan untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Jateng, Anton Lami Suhadi, saat dijumpai wartawan di Kantor DPD Golkar Jateng, Jl. Kiai Saleh, Kota Semarang, Senin (8/4/2019).
Anton menilai Triana telah melakukan tindakan yang melanggar aturan organisasi. Apalagi, selama ini Golkar telah menyatakan dukungan dan siap memenangkan paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hal itu wajib ditaati oleh seluruh kader Golkar.
“Dia telah melakukan pelanggaran aturan yang ditetapkan dalam Munaslub dan Rapim Golkar. Kami sudah satu suara untuk memenangkan Jokowi. Hukumnya wajib. Tapi, dia secara terbuka mendukung Prabowo, baik secara fisik, pikiran maupun perbuatan. Termasuk memobilisasi APK [alat peraga kampanye] dan lambang-lambang nomor 02. Karena dia melawan secara terang-terangan, maka diberhentikan sementara sebagai pengurus,” ujar Anton.
Sementara itu, posisi Ketua DPD Golkar Wonosobo, untuk sementara diserahkan kepada Ketua Harian Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, selaku pelaksana tugas.
Dengan tugas itu, Iqbal pun diminta untuk segera melakukan konsolidasi massa kader Golkar yang ada di Wonosobo. Pihaknya tidak mau aksi membelot para pengurus DPD Golkar Wonosobo itu berdampak ke para kader maupun daerah lain.
“Jangan sampai pengalihan dukungan itu menganggu roda organisasi. Nanti malam akan di-clearkan semua, akan kita konsolidasikan. Mana yang dukung 01, mana yang 02. Kalau yang dukung 02, ya harus berhenti sementara sebagai pengurus,” imbuh Anton.
Anton mengaku juga sudah menghubungi para pengurus Golkar Wonosobo yang turut serta memberikan dukungan kepada capres 02, Prabowo Subianto. Ia mengklaim kebanyakan dari mereka menyatakan dukungan kepada Prabowo atas dasar kepatuhan pada ketuanya.
“Banyak yang mengaku karena diajak. Mereka punya loyalitas kepada pimpinannya [Triana]. Akhirnya, ikut-ikutan. Makanya, itu yang perlu kita tegaskan nanti,” ujar Anton.
Sementara itu, Iqbal mengaku saat ini Golkar memiliki tugas yang cukup berat di Jateng. Selain mematok target meraih 20% suara agar dapat meraih 15 kursi DPR dan 20 kursi DPRD Provinsi, pihaknya juga harus memenangkan paslon 01 dalam Pilpres 2019, Jokowi-Amin.
"Kalau kemudian ketiga tugas ini bisa dilakukan Golkar, maka kita akan leading. Tinggal kita lihat saja nanti, apakah Kantor Golkar ini makin ramai atau makin sepi. Saya optimistis target kita akan terpenuhi,” ujar Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com/Semarangpos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.