WMO Peringatkan Gelombang Panas Ekstrem, Pecahkan Rekor Baru
WMO memperingatkan suhu global berpotensi memecahkan rekor baru dalam lima tahun ke depan akibat tren pemanasan global yang terus meningkat.
Tambang PT Freeport Indonesia di Papua./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Dua karyawan PT Freeport Indonesia belum ditemukan sejak tertimpa longsor di area Ore Bin 6 Conveyor 66 Feeder 6 MLA mile 74, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Rabu (3/4/2019).
Kedua korban yang belum ditemukan yakni Kawi Yanto Waroy dan Taufik Adnin Rasyad, serta menyebabkan dua karyawan lainnya terluka yaitu Meksy Kemuan dan Yohanis Yoku. Data yang dihimpun Antara mengungkapkan insiden itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIT.
Saat terjadi longsor ada empat karyawan yang berada di sekitar lokasi, dua ditemukan dengan luka lecet, sedangkan dua karyawan lainnya belum diketahui nasibnya.
Pencarian hingga kini masih dilakukan. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal ketika dihubungi Antara, Rabu malam mengakui, belum mendapat laporan tentang insiden tersebut.
“Saya cek dulu ya karena belum ada laporan tentang insiden tersebut,” kata Kamal.
Sementara itu juru bicara PT Freeport Reza Pratama ketika di telpon tidak mengangkat teleponnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WMO memperingatkan suhu global berpotensi memecahkan rekor baru dalam lima tahun ke depan akibat tren pemanasan global yang terus meningkat.
Dua jukir viral di GOR Sritex Solo diamankan polisi usai diduga mematok tarif parkir mobil hingga Rp20.000 tanpa karcis.
Komisi III DPR menegaskan penggunaan APBN untuk sapi kurban Presiden Prabowo sah secara hukum dan syariah.
Kasus kekerasan daycare Little Aresha Sorosutan memasuki tahap sidang. Tim hukum dampingi korban dan siapkan restitusi.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.
Kemenag menegaskan kasus cabul di Pekalongan terjadi di padepokan ilegal, bukan pondok pesantren resmi terdaftar.